BERITA TERKINI
Iran Nyatakan Tak Lagi Percaya AS, Sebut Tiga Kali Dikhianati dalam Proses Diplomasi

Iran Nyatakan Tak Lagi Percaya AS, Sebut Tiga Kali Dikhianati dalam Proses Diplomasi

Republik Islam Iran menyatakan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS) dalam proses diplomasi. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, yang menilai AS berulang kali mengkhianati perundingan dengan Teheran.

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan tidak ada lagi ruang kepercayaan untuk melanjutkan diplomasi dengan AS. Kedutaan menyebut sikap tersebut diambil setelah Iran menilai AS tiga kali mengkhianati proses diplomasi dan negosiasi yang telah berjalan.

Iran merinci tiga peristiwa yang disebut sebagai pengkhianatan. Pertama, penarikan sepihak AS dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018, yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kedua, Iran menyebut adanya serangan terhadap Iran pada Juni 2025 yang terjadi di tengah proses perundingan dengan AS, sebelum putaran keenam perundingan. Ketiga, Iran menyatakan serangan kembali terjadi pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan AS.

Iran juga menyampaikan komitmen pada perdamaian berkelanjutan di kawasan, namun menegaskan tidak akan ragu membela kehormatan dan kedaulatannya. Dalam pernyataan yang sama, Iran mengutuk tindakan agresi terhadap integritas wilayahnya, dengan merujuk pada pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, hak asasi manusia, serta hukum humaniter internasional yang disebut dilakukan oleh AS dan Israel.

Teheran menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri sebagai respons atas serangan yang disebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Iran menyatakan angkatan bersenjatanya akan menggunakan seluruh kemampuan untuk menghadapi agresi hingga tindakan tersebut dihentikan, atau sampai Dewan Keamanan PBB menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi.

Menurut pernyataan Kedutaan, operasi pertahanan Iran ditujukan terhadap target dan fasilitas yang disebut menjadi sumber serta titik awal tindakan agresif terhadap rakyat Iran atau yang mendukung tujuan tersebut.

Di sisi lain, Iran menyatakan tetap berkomitmen menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati, hubungan bertetangga yang baik, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.

Iran juga menegaskan bahwa operasi pertahanannya terhadap pangkalan dan instalasi militer AS di kawasan tidak dimaksudkan sebagai permusuhan terhadap negara-negara setempat. Dalam keterangannya, Kedutaan menyebut negara-negara kawasan dinilai telah menyadari bahwa keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka tidak memberikan kontribusi bagi keamanan kawasan dan justru digunakan untuk mendukung tujuan tertentu.