Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan puluhan orang, termasuk seorang warga negara asing, atas dugaan spionase untuk “musuh-musuh” negara. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (10/3) di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menurut keterangan yang dikutip media pemerintah Iran, kementerian tidak merinci kewarganegaraan warga asing yang ditahan. Namun, kementerian menyatakan orang tersebut diduga melakukan kegiatan spionase atas nama AS dan Israel, serta bertindak sebagai perpanjangan tangan bagi dua negara Teluk.
Selain penahanan warga asing itu, Kementerian Intelijen Iran menyebut telah menangkap “30 mata-mata, tentara bayaran internal, dan agen operasional Israel serta AS” dalam beberapa hari terakhir.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dilaporkan telah menangkap puluhan warga negara ganda dan warga asing, terutama dengan tuduhan spionase dan pelanggaran keamanan nasional.
Sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh Iran melakukan penangkapan dengan tuduhan keamanan yang dibuat-buat untuk mendapatkan konsesi politik dari negara lain. Pemerintah Iran membantah tudingan bahwa penangkapan tersebut dilakukan karena alasan politik.

