BERITA TERKINI
Integrasi QRIS dengan Jepang: Langkah Baru Transformasi Pembayaran Digital Indonesia

Integrasi QRIS dengan Jepang: Langkah Baru Transformasi Pembayaran Digital Indonesia

Integrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan sistem pembayaran Jepang menandai babak baru transformasi digital Indonesia. Konektivitas tersebut diperkenalkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melalui kerja sama Bank Indonesia dan otoritas sistem pembayaran Jepang. Momentum ini dipandang tidak hanya sebagai kemajuan teknologi finansial, tetapi juga sebagai sinyal bahwa inovasi domestik Indonesia mulai memasuki ranah diplomasi ekonomi.

QRIS pertama kali diperkenalkan pada 2019 untuk menyederhanakan sistem pembayaran di dalam negeri. Melalui standardisasi kode QR, masyarakat dapat bertransaksi tanpa perlu menggunakan berbagai sistem yang berbeda. Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, QRIS turut membuka akses yang lebih luas ke ekosistem ekonomi digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, peran QRIS berkembang melampaui kebutuhan domestik. Indonesia telah menghubungkan QRIS dengan sistem pembayaran di Thailand, Malaysia, dan Singapura sehingga wisatawan maupun pelaku usaha dapat melakukan transaksi cukup dengan memindai kode QR. Perluasan kerja sama ke Jepang menjadi perkembangan terbaru, sekaligus menegaskan upaya Indonesia memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan Asia.

Di tengah percepatan ekonomi digital, sistem pembayaran semakin dipandang sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. Sejumlah negara menempatkannya sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara, termasuk dalam upaya mengurangi ketergantungan pada dominasi dolar Amerika Serikat (USD) dalam transaksi internasional.

Selama ini, transaksi lintas negara banyak bergantung pada jaringan pembayaran global seperti Visa dan Mastercard. Ketergantungan tersebut dinilai membatasi pilihan sejumlah negara berkembang dalam mengelola transaksi internasional. Dalam konteks ini, integrasi QRIS dengan sistem pembayaran Jepang dapat dibaca sebagai langkah diversifikasi untuk memperluas alternatif pembayaran digital lintas negara.

Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang telah lama terjalin, terutama dalam perdagangan, investasi, dan teknologi. Implementasi kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara disebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi kedua negara. Kebijakan ini juga dinilai berdampak langsung bagi warga negara Indonesia di Jepang, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, integrasi sistem pembayaran lintas negara membawa tantangan baru. Aspek keamanan siber, perlindungan data, dan keselarasan regulasi menjadi perhatian utama. Setiap transaksi digital menghasilkan arus data yang bernilai ekonomi dan strategis, sehingga kerja sama lintas negara perlu disertai tata kelola yang kuat.

Ke depan, ekspansi QRIS dinilai tidak semestinya terbatas pada negara-negara di Asia atau mitra ekonomi besar seperti Jepang. Pemerintah disebut perlu mempertimbangkan kerja sama serupa dengan negara yang memiliki mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi, seperti Arab Saudi. Dengan jutaan jamaah haji dan umrah yang berangkat setiap tahun, integrasi QRIS di Arab Saudi berpotensi mempermudah transaksi jamaah sekaligus memperkuat posisi inovasi domestik Indonesia sebagai bagian dari diplomasi ekonomi di tingkat internasional.