BERITA TERKINI
InJourney Waspadai Dampak Ketegangan AS-Iran pada Pariwisata, Andalkan Pasar Domestik Jelang Lebaran 2026

InJourney Waspadai Dampak Ketegangan AS-Iran pada Pariwisata, Andalkan Pasar Domestik Jelang Lebaran 2026

Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, menilai eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menjadi ancaman signifikan bagi sektor pariwisata nasional. Meski demikian, perusahaan menyatakan tetap optimistis, terutama menjelang momentum libur Lebaran 2026 yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Direktur Komersial InJourney, Veronica Sisilia, menyampaikan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat berdampak langsung pada industri pariwisata dan penerbangan global. Dalam konferensi pers kesiapan InJourney Hospitality menyambut Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Senin (9/3/2026), ia mengingatkan potensi pembatalan penerbangan internasional serta risiko lonjakan harga minyak dunia yang diperkirakan dapat mencapai sekitar 100 dolar AS per barel.

“Volatilitas pada harga energi, nilai tukar, dan berbagai faktor lainnya yang kita saksikan hingga hari ini sudah pasti memberikan dampak kepada kita semua,” ujar Veronica.

Di tengah ketidakpastian tersebut, InJourney menilai pariwisata Indonesia memiliki ketahanan yang kuat, terutama karena besarnya pasar domestik yang masih menunjukkan permintaan tinggi. Menurut Veronica, kekuatan ini dapat menjadi bantalan bagi industri pariwisata nasional ketika kondisi global bergejolak.

Untuk menghadapi periode puncak libur Lebaran 2026, InJourney menyiapkan serangkaian program yang berfokus pada nilai-nilai kultural. Veronica berharap pelayanan selama masa libur Lebaran dapat menjaga tren positif pariwisata Indonesia. “Kami ingin semua masyarakat dapat menikmati Lebaran ini dengan semangat untuk pulang kampung, berlibur, bercengkerama dengan keluarga, bepergian dengan pesawat, dan aktivitas lainnya. Ini yang kami tekankan dalam situasi saat ini,” katanya.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa pada 2025 jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai sekitar 101 juta, tumbuh 14,4 persen. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 1,14 juta. Capaian tersebut menjadi salah satu dasar InJourney untuk menjaga kinerja sektor pariwisata di tengah tantangan global.