Ekonomi Provinsi Lampung dinilai tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Ahmad P. Subarkah, menyampaikan bahwa inflasi Lampung menjadi yang terendah di wilayah Sumatra.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Lampung per April tercatat 0,53 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen.
Ahmad mengatakan kondisi tersebut mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Pernyataan itu disampaikan di Bandarlampung, Rabu, 6 Mei 2026.
Meski begitu, ia mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Di antaranya kenaikan harga minyak goreng seiring tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) global, serta fluktuasi nilai tukar yang dapat menambah tekanan.
Dampak geopolitik global juga disebut mulai terasa, terutama pada sektor industri pengolahan dan peternakan yang bergantung pada bahan impor.
Di sisi lain, beberapa indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat berada di level 120,33. Sementara itu, kredit perbankan dilaporkan terus tumbuh dengan risiko yang masih terkendali.