Pemerintah Jepang memproyeksikan indeks harga konsumen (CPI) rata-rata naik 3,1% pada 2025. Jika terealisasi, ini akan menjadi tahun keempat berturut-turut Jepang mencatat kenaikan inflasi.
Salah satu pendorong utama datang dari kenaikan harga beras. Data menunjukkan harga beras melonjak 67,5%, yang disebut sebagai level tertinggi sejak 1971.
Meski demikian, laju kenaikan harga menunjukkan tanda-tanda melambat pada bulan terakhir tahun ini. Statistik mencatat CPI inti—yang tidak memasukkan makanan segar dan digunakan untuk melihat tren harga dasar—naik 2,4% pada Desember dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, ini menjadi penurunan pertama dalam empat bulan terakhir.
Di sisi lain, harga energi tercatat turun 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini berbalik arah dari kenaikan 2,5% pada November, yang dikaitkan dengan adanya subsidi pemerintah.
Dalam kebijakan moneter, Bank Sentral Jepang (BoJ) pada penutupan pertemuannya 23 Januari menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi, namun mempertahankan suku bunga tetap. BoJ merevisi proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal 2025 (berakhir Maret 2026) menjadi 0,9% dari perkiraan 0,7% pada Oktober 2025. Proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal 2026 juga dinaikkan dari 0,7% menjadi 1%.
Namun, data produk domestik bruto (PDB) terbaru menunjukkan ekonomi Jepang mengalami kontraksi yang lebih tajam dari perkiraan pada kuartal kedua tahun fiskal 2025 (Juni–September 2025). PDB turun 0,6% dibandingkan kuartal sebelumnya dan menyusut 2,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun fiskal sebelumnya.
BoJ mempertahankan suku bunga di 0,75% setelah sebelumnya menaikkannya ke level tertinggi dalam 30 tahun pada Desember 2025. Jepang mulai menormalisasi kebijakan moneternya pada Maret 2024 dengan mengakhiri suku bunga negatif, sambil menegaskan bahwa kenaikan suku bunga bergantung pada siklus pertumbuhan upah dan harga.
Di tengah langkah normalisasi tersebut, kebijakan BoJ disebut berada di bawah tekanan dari para pemimpin, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mendorong agar suku bunga tetap rendah untuk merangsang pertumbuhan.

