Inflasi global diperkirakan terus menurun pada 2025. Tren ini dinilai dapat memberi sedikit kelegaan bagi pelaku usaha dan konsumen, sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan serta belanja.
Menurut laporan Euromonitor, tekanan inflasi tertahan oleh stabilisasi harga energi dan pangan, pendinginan pasar tenaga kerja, serta permintaan yang cenderung stagnan. Meski demikian, prospeknya disebut masih rapuh.
Salah satu faktor risiko yang disorot adalah meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan dari pemerintahan baru Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan inflasi global secara signifikan.
Di tengah tren penurunan secara global, tingkat inflasi diperkirakan tetap berbeda-beda antarnegara pada 2025. Argentina, misalnya, diproyeksikan mulai keluar dari fase hiperinflasi secara bertahap. Perkembangan ini dikaitkan dengan penghematan fiskal, depresiasi mata uang yang melambat, serta efek basis yang tinggi.
Namun, inflasi Argentina pada 2025 tetap diperkirakan mencapai 54 persen. Angka tersebut menempatkan negara itu sebagai yang tertinggi di dunia.
Berbanding terbalik, Swiss diperkirakan tetap menikmati inflasi rendah yang didorong oleh pertumbuhan upah yang moderat dan tarif listrik yang lebih rendah. Sementara itu, Tiongkok menghadapi tren deflasi akibat permintaan domestik yang lesu dan kapasitas manufaktur yang besar, yang memunculkan kekhawatiran terhadap pelemahan belanja konsumen lebih lanjut.
Perbedaan inflasi antarnegara dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebijakan moneter seperti suku bunga dan nilai tukar, keseimbangan permintaan dan penawaran barang dan jasa, fluktuasi harga energi dan pangan, serta struktur ekonomi termasuk tingkat industrialisasi dan ketergantungan pada impor.
Inflasi juga dapat membawa dampak beragam bagi perekonomian. Inflasi yang moderat kerap dikaitkan dengan dorongan terhadap pertumbuhan melalui peningkatan permintaan dan investasi. Sebaliknya, inflasi tinggi dapat menekan daya beli, meningkatkan ketidakpastian ekonomi, dan berisiko memicu resesi.
Dengan proyeksi inflasi global yang melambat pada 2025, sejumlah negara masih menghadapi tantangan besar, termasuk Argentina yang diperkirakan tetap bergulat dengan inflasi tinggi.

