BERITA TERKINI
Industri Pengolahan Tetap Jadi Motor Ekonomi, IKFT Menguat di Tengah Tekanan Global

Industri Pengolahan Tetap Jadi Motor Ekonomi, IKFT Menguat di Tengah Tekanan Global

Sektor industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan laju pertumbuhan yang stabil dalam tiga tahun terakhir dan diproyeksikan mencapai 5,30% pada 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai capaian tersebut mencerminkan daya tahan industri dalam negeri di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, konsistensi kinerja sektor manufaktur menjadi pembeda dibandingkan sektor lain dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri pengolahan terus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional berkat kontribusi sektor industri dalam negeri,” ujar Agus, Selasa (10/2/2026).

Salah satu penopang kinerja industri pengolahan datang dari sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT). Sepanjang 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan 5,11%, meningkat dari 4,21% pada tahun sebelumnya. Kontribusi IKFT terhadap PDB tercatat 3,87%, dengan porsi terbesar berasal dari subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian, Sri Bimo Pratomo, menyebut sektor ini tetap resilien dan bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

“IKFT masih menjadi penopang penting industri pengolahan nonmigas dan mampu menjaga momentum pertumbuhan industri nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan tertinggi berasal dari subsektor kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh hingga 8,35% pada 2025.

Dari sisi perdagangan, sektor IKFT juga mencatat kinerja ekspor dengan neraca surplus sepanjang Januari–November 2025. Nilai ekspor mencapai US$49,15 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Optimisme pelaku industri turut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada pada level ekspansif pada awal 2026. Pada Januari 2026, IKI tercatat di level 54,12, naik dibanding bulan sebelumnya.