BERITA TERKINI
Industri Halal Global Tumbuh, Peluang Kolaborasi Internasional Kian Terbuka

Industri Halal Global Tumbuh, Peluang Kolaborasi Internasional Kian Terbuka

Jakarta—Industri halal global terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya populasi Muslim dunia dan naiknya kesadaran konsumen lintas agama terhadap produk yang dinilai aman, etis, dan berkelanjutan. Perkembangan ini tercermin dalam State of the Global Islamic Economy Report yang mencatat sektor halal kian menjadi bagian penting dari ekonomi global.

Laporan tersebut menegaskan bahwa industri halal kini tidak lagi dipandang semata sebagai pasar berbasis agama, melainkan sektor ekonomi lintas negara dan lintas industri yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Nilai ekonomi halal mencakup beragam sektor, mulai dari pangan dan minuman, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, hingga keuangan syariah.

Sejumlah negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Thailand, disebut tampil progresif dalam mengembangkan infrastruktur halal untuk menjangkau pasar internasional. Kondisi ini dinilai membuka peluang kerja sama global yang lebih luas, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun penguatan rantai pasok halal yang terstandar secara internasional.

Salah satu peluang kolaborasi terbesar berada pada upaya harmonisasi standar halal. Perbedaan sistem sertifikasi antarnegara kerap menjadi hambatan perdagangan. Karena itu, kerja sama antara lembaga sertifikasi halal nasional, seperti Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) di Malaysia, MUI di Indonesia, serta otoritas halal di Timur Tengah, dipandang penting untuk mendorong saling pengakuan sertifikat. Langkah ini diharapkan memperlancar arus perdagangan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen global terhadap produk halal lintas negara.

Kolaborasi internasional juga dinilai dapat mempercepat inovasi melalui kemitraan antara negara maju yang memiliki keunggulan riset dan teknologi dengan negara berkembang yang memiliki basis pasar serta sumber daya manusia yang besar. Di sektor farmasi dan kosmetik halal, bidang yang disebut strategis mencakup riset bahan baku halal, proses produksi bersih, hingga teknologi pelacakan rantai pasok. Sinergi ini diproyeksikan mendorong hadirnya produk halal bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Di sisi lain, industri halal juga berkembang sebagai instrumen diplomasi ekonomi. Forum internasional, pameran dagang halal, dan perjanjian kerja sama bilateral dinilai memberi ruang bagi negara-negara untuk memperluas pengaruh ekonomi melalui pendekatan yang inklusif. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, disebut memiliki peluang menjadi simpul kolaborasi halal global dengan menjembatani pasar Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Secara keseluruhan, kolaborasi global di industri halal dinilai tidak hanya menjanjikan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong praktik bisnis yang etis, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Dalam dinamika ekonomi dunia yang terus berubah, kerja sama lintas negara pada sektor ini dipandang strategis untuk mendorong stabilitas, inovasi, dan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang.

Pembahasan lanjutan mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV.