BERITA TERKINI
Indonesian Economic Summit 2026 Tekankan Investasi Berkualitas dan Transisi Ekonomi Hijau

Indonesian Economic Summit 2026 Tekankan Investasi Berkualitas dan Transisi Ekonomi Hijau

Indonesian Business Council (IBC) menggelar Indonesian Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 3–4 Februari 2026. Forum strategis ini dihadiri delegasi dan pembicara dari 53 negara, mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, investor global, akademisi, serta mitra internasional.

IES 2026 menegaskan arah pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia yang bertumpu pada peningkatan kualitas investasi, penguatan sumber daya manusia, serta percepatan transisi menuju pertumbuhan hijau yang berdaya saing. Melalui agenda tersebut, forum ini juga menyoroti upaya memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan tujuan investasi utama di kawasan.

Rangkaian diskusi melibatkan sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Chairman of the Board of Trustees Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel, mantan Menteri Promosi Ekspor Perdagangan Internasional dan Pembangunan Ekonomi Kanada (2018–2025) Mary Ng, serta Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara Nicholas Moore AO.

Dalam berbagai sesi, investasi berkualitas ditempatkan sebagai pilar untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia. Fokus diarahkan pada pentingnya kepastian regulasi, kelayakan proyek, serta penyelarasan kebijakan industri agar Indonesia mampu menarik investasi jangka panjang yang bernilai tambah dan berdampak nyata bagi perekonomian nasional. Isu keberlanjutan—yang mencakup pengelolaan sumber daya air, energi, dan sistem alam—juga ditekankan sebagai faktor ekonomi inti yang menopang produktivitas, ketahanan, serta pertumbuhan jangka panjang.

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan visi Indonesia ke depan adalah menjadi kekuatan hijau global yang relevan dan berdaya saing. Menurutnya, dengan menyelaraskan dekarbonisasi industri hilir dan perlindungan sistem alam, keberlanjutan ditempatkan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ia menegaskan transisi hijau bukan beban pembangunan, melainkan sumber keunggulan strategis Indonesia dalam tatanan ekonomi global.

Komitmen mendorong pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional juga ditegaskan Chair of Board of Trustees Indonesian Business Council, Arsjad Rasjid. Ia menekankan strategi investasi Indonesia perlu bertumpu pada tiga fondasi utama: kepastian, permodalan, dan kapabilitas. Dengan memperkuat tata kelola serta kredibilitas pasar, sekaligus memobilisasi bauran investasi publik dan swasta yang tepat, ia menilai Indonesia dapat mengonversi minat global menjadi peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan daya saing jangka panjang yang berkelanjutan.

Forum ini turut menyoroti peran strategis sumber daya manusia sebagai faktor penentu agar pertumbuhan ekonomi menghasilkan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan. Tantangan Indonesia ke depan dinilai bukan hanya menjaga laju pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja.

Penciptaan lapangan kerja yang produktif, formal, dan bernilai tambah disebut memerlukan koordinasi kebijakan lintas sektor, terutama antara pengembangan keterampilan tenaga kerja, arah kebijakan investasi, dan pemanfaatan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, transformasi ekonomi diharapkan dapat memperkuat posisi tenaga kerja nasional dalam rantai nilai global sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.

Chief Operating Officer Indonesian Business Council, William Sabandar, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hanya dapat dicapai jika investasi diarahkan secara konsisten untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Ia menyebut Indonesia membutuhkan ekosistem yang mampu menyelaraskan pengembangan talenta, kebutuhan industri, dan agenda transformasi ekonomi, sehingga pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga pada peningkatan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan daya saing.

Menutup rangkaian IES 2026, forum ini menegaskan komitmennya sebagai platform strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan publik dan kebutuhan dunia usaha. Melalui dialog terbuka dan berbasis bukti, IES 2026 menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang yang kredibel, berdaya saing, dan berkelanjutan di peta ekonomi global.