BERITA TERKINI
Indonesia Tawarkan Mediasi di Konflik AS–Iran, Namun Iran Menolak dan AS Belum Merespons

Indonesia Tawarkan Mediasi di Konflik AS–Iran, Namun Iran Menolak dan AS Belum Merespons

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Indonesia berupaya mengambil peran diplomatik dengan menawarkan diri sebagai mediator. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi pertemuan kedua pihak guna meredakan konflik dan mendorong penyelesaian melalui dialog.

Inisiatif tersebut disebut mendapat sambutan dari sejumlah negara Timur Tengah dan negara Islam, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab, yang mendukung langkah Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan.

Meski demikian, peluang mediasi menghadapi hambatan besar. Pemerintah Iran melalui Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan Teheran tidak akan berunding dengan Amerika Serikat dalam kondisi konflik saat ini. Iran juga menolak bentuk mediasi yang memfasilitasi negosiasi antara kedua negara, dengan alasan hilangnya kepercayaan terhadap proses perundingan akibat pengalaman masa lalu.

Sikap Iran tersebut menunjukkan bahwa tawaran Indonesia tidak dapat berjalan tanpa persetujuan kedua pihak. Pada saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas tawaran mediasi Indonesia. Hingga kini tidak ada pernyataan publik yang menegaskan apakah Washington bersedia menerima peran Indonesia sebagai mediator.

Dengan belum adanya persetujuan dari pihak-pihak yang berkonflik, inisiatif mediasi Indonesia masih berada pada tahap awal dan belum bisa dijalankan secara formal. Pemerintah menegaskan tetap mendorong pendekatan diplomasi multilateral melalui forum internasional, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”.

Jakarta juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi mediasi apabila kedua pihak membuka ruang dialog. Upaya ini disebut selaras dengan keterlibatan Indonesia dalam berbagai inisiatif perdamaian di Timur Tengah, termasuk kontribusi pada stabilisasi Gaza, meski beberapa pembahasan seperti gagasan “Board of Peace” sempat ditunda karena eskalasi konflik yang lebih luas.

Situasi tersebut menempatkan peran Indonesia sebagai mediator pada posisi yang belum efektif: Iran menolak jalur negosiasi, sementara Amerika Serikat belum menyampaikan respons resmi. Dalam kondisi ini, diplomasi Indonesia lebih banyak berfungsi sebagai upaya menjaga komitmen pada solusi damai dan membuka peluang bila situasi memungkinkan kedua pihak bersedia duduk bersama di masa mendatang.