BERITA TERKINI
Indonesia Tampilkan Kopi dan Inovasi Daur Ulang Limbah di Pameran Kopi Terbesar Asia-Pasifik di Melbourne

Indonesia Tampilkan Kopi dan Inovasi Daur Ulang Limbah di Pameran Kopi Terbesar Asia-Pasifik di Melbourne

Indonesia kembali berpartisipasi dalam Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026 di Melbourne, Australia, dengan menghadirkan Paviliun Indonesia di Booth J24. Paviliun ini menaungi empat pelaku usaha kopi yang berada di bawah Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) dan diorganisasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra serta Atase Perdagangan RI di Canberra.

Salah satu pembeda kehadiran Indonesia tahun ini adalah masuknya unsur inovasi ekonomi sirkuler. Selain produsen kopi, Paviliun Indonesia menghadirkan Bell Living Lab (PT. Kurva Lonceng Khatulistiwa), pusat inovasi yang mengolah limbah organik kopi menjadi material berkelanjutan untuk produk fesyen, furnitur, dan aplikasi interior. Kehadiran ini disebut menonjolkan konsep “from origin to cup, and from waste to material”, sekaligus menunjukkan potensi pengembangan hilirisasi komoditas kopi.

Paviliun Indonesia resmi dibuka pada 26 Maret 2026. Pembukaan dihadiri Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, serta Konsul Jenderal RI di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, bersama para peserta pameran. Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan pentingnya penguatan kemitraan global, pembukaan peluang perdagangan, serta dorongan inovasi dan keberlanjutan di industri kopi Indonesia. Konsul Jenderal RI di Melbourne juga menyoroti nilai strategis partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam pameran kopi terbesar di kawasan Asia Pasifik yang berlangsung di Melbourne, serta menekankan pentingnya peningkatan penetrasi produk hilir kopi Indonesia di Melbourne dan Victoria.

Pada hari kedua, 27 Maret 2026, Indonesia tampil dalam sesi “Trip to Origin”, salah satu program unggulan MICE. Dalam sesi ini, para peserta Indonesia mempresentasikan profil perusahaan dan keunggulan produk masing-masing, serta menggelar coffee cupping untuk memperkenalkan cita rasa kopi Nusantara kepada pembeli dan pelaku industri internasional.

Dalam kesempatan tersebut, ASKI menampilkan sejumlah kopi unggulan, antara lain Kamojang Sigarar Utang dengan metode geothermal wash, Kamojang Sigarar Utang dengan metode natural quick dry, Lini S795 Sigarar Utang dengan metode dry hull – washed, serta Kalemago Fine Canephora dengan metode natural process. Sementara perwakilan Papua Pegunungan memperkenalkan kopi arabika typica melalui merek Papua Black Gold Coffee, Badama Coffee Yahukimo, dan Ndugama Wene Coffee.

Penguatan partisipasi Indonesia di MICE 2026 juga ditandai dengan kehadiran Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan Aslan Coffee Roaster Australia di booth H26. Booth tersebut disebut sebagai tindak lanjut kesepakatan Bank Indonesia dan Aslan Coffee Roaster Australia untuk membangun Indonesian House of Beans di Australia. Peresmian booth dilakukan pada 26 Maret 2026 oleh Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Duta Besar RI untuk Australia dan Konsul Jenderal RI di Melbourne. Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia menegaskan komitmennya mendukung pemajuan ekspor produk pertanian premium serta penguatan hubungan ekonomi perdagangan dengan Australia.

Dari sisi perdagangan, Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu menyampaikan bahwa implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) menjadi fondasi bagi penguatan hubungan kedua negara. Dalam lima tahun terakhir, total perdagangan barang dan jasa Indonesia–Australia meningkat dari AUD 13,3 miliar pada 2020 menjadi AUD 31,3 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 116 persen.

Secara khusus untuk kopi, data Australian Bureau of Statistics mencatat bahwa pada periode Juli 2024 hingga September 2025, nilai ekspor total produk kopi dari Indonesia ke Victoria mencapai AUD 9,77 juta dan didominasi biji kopi (green beans). Peningkatan terbesar terjadi pada Juli–September 2025 sebesar AUD 3,916 juta, atau 40 persen dari total nilai ekspor kopi ke Victoria selama periode 2024–2025. KJRI Melbourne juga mencatat kontribusi pameran ini terhadap peluang bisnis, termasuk pada partisipasi tahun 2025 yang menghasilkan 53 prospek/minat dengan transaksi potensial sebesar AUD 2,39 juta.

MICE 2026 diikuti lebih dari 150 eksibitor dan menarik puluhan ribu pengunjung dari berbagai negara. Sebagai pembanding, jumlah pengunjung MICE 2025 tercatat melampaui rekor dengan lebih dari 30 ribu orang. Selain trade show, MICE juga menghadirkan berbagai program pendukung, termasuk sesi “Trip to Origin”. Indonesia tercatat telah empat kali berturut-turut mengikuti ajang ini, dengan penekanan yang kian luas dari tahun ke tahun, tidak hanya pada produk kopi, tetapi juga inovasi dan keberlanjutan.