BERITA TERKINI
Indonesia Klaim Ekonomi Tumbuh 5,39% pada Triwulan IV-2025, Pemerintah Dorong Transformasi Digital dan AI

Indonesia Klaim Ekonomi Tumbuh 5,39% pada Triwulan IV-2025, Pemerintah Dorong Transformasi Digital dan AI

Di tengah tekanan ekonomi yang dialami banyak negara akibat gejolak global dan ketegangan geopolitik, Indonesia disebut tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang solid. Perekonomian nasional tercatat tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan IV-2025, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan yang dinilai stabil di kelompok G20.

Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang meningkat 4,99 persen dan berkontribusi 53,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Besarnya porsi konsumsi ini dinilai mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat, sekaligus peran pasar domestik yang besar dengan dukungan populasi lebih dari 280 juta penduduk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mengandalkan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. “Nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai USD 100 miliar. Ini menjadi kekuatan baru yang akan terus kami dorong,” kata Airlangga dalam ajang GrabX 2026 pada Rabu, 8 April 2026.

Dari sisi inovasi, posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) 2025 disebut naik ke peringkat 55, dibandingkan peringkat 85 pada 2020. Kenaikan ini dipandang menunjukkan kemajuan dalam inovasi serta daya saing teknologi.

Ekonomi digital Indonesia juga terus berkembang. Hingga 2025, tercatat sekitar 3.200 startup dan tujuh unicorn yang beroperasi di berbagai sektor, mulai dari fintech, e-commerce, transportasi, hingga makanan dan minuman. Perkembangan tersebut turut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar teknologi dan AI yang potensial di Asia Tenggara.

Namun, percepatan transformasi digital dinilai membawa tantangan. Laporan World Economic Forum menyebut sekitar 22 persen jenis pekerjaan berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan, sehingga kesiapan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki keterampilan digital menjadi kebutuhan.

Untuk merespons hal itu, pemerintah mendorong pengembangan sumber daya manusia digital, antara lain melalui kerja sama dengan Arm Holdings yang menargetkan pelatihan 15.000 talenta di bidang AI. Di tingkat kawasan, Indonesia juga mendorong pembentukan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) guna memperkuat integrasi ekonomi digital regional.

Pemerintah turut menyampaikan apresiasi terhadap peran Grab Indonesia melalui ajang GrabX 2026, yang menghadirkan inovasi berbasis AI untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).