Indonesia menempatkan diri di garis depan inisiatif B57+, sebuah platform kerja sama bisnis dan ekonomi dalam ekosistem Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC). Inisiatif ini merepresentasikan 57 negara anggota OIC (Business 57) serta melibatkan negara mitra non-OIC, sektor swasta global, dan pemangku kepentingan strategis lainnya.
Indonesia Business Council (IBC) disebut telah menjalin koordinasi intens dengan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) untuk mendirikan B57+ Governance Council. Inisiatif B57+ sendiri diluncurkan pada OIC Ministerial Meetings di Istanbul, Turki, pada November 2025.
ICCD menyambut gagasan tersebut dan memberikan persetujuan terhadap rancangan struktur tata kelola yang disiapkan sebagai kerangka awal implementasi. ICCD menilai Indonesia sebagai negara paling representatif untuk menjadi pilot country. Model governance council ini dirancang melalui dua entitas utama, yakni B57+ Asia-Pacific Governance Council yang berkedudukan di Jakarta, serta B57+ Indonesia Governance Council di tingkat nasional.
Dengan posisi strategis di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia diproyeksikan menjadi focal point bagi kerja sama negara anggota maupun non-anggota OIC. Fokus utama inisiatif ini adalah pengembangan ekonomi halal, yang dipandang sebagai pilar penting untuk memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan di kawasan.
Pada tahap berikutnya, tim ICCD berkoordinasi dengan Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation (COMCEC) OIC untuk memformalisasi dan memfinalisasi aspek teknis governance council. Pembahasan mencakup komposisi keanggotaan B57+ Asia-Pacific, mekanisme koordinasi dengan ICCD dan badan-badan OIC terkait, serta rancangan model kerja sama di level nasional maupun lintas negara.
Proses pematangan teknis ini dinilai krusial agar tata kelola B57+ dapat berjalan efektif, terstruktur, dan selaras dengan kerangka OIC yang lebih luas.
Peluncuran resmi B57+ Governance Council direncanakan berlangsung pada pembukaan IES 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden ICCD Abdullah Saleh Kamel dijadwalkan menyampaikan keynote address sekaligus meresmikan inisiatif tersebut. Setelah IES 2026, ICCD dan IBC akan memulai konsolidasi platform B57+ dan mengintegrasikannya ke dalam kerangka kerja OIC.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penyelenggaraan B57 Summit sebagai side event dalam OIC Ministerial Meetings tahunan. Forum ini diharapkan memperkuat jaringan kerja sama internasional serta mendorong inovasi dalam pengembangan ekonomi halal.
Melalui inisiatif B57+, Indonesia menegaskan perannya sebagai perintis pengembangan ekonomi halal di Asia-Pasifik sekaligus mendorong kolaborasi lintas negara yang melibatkan anggota OIC dan mitra global.

