BERITA TERKINI
India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Akibat Perang AS-Israel dan Iran, Bantah Rumor Lockdown

India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Akibat Perang AS-Israel dan Iran, Bantah Rumor Lockdown

NEW DELHI — Pemerintah India menurunkan pajak bahan bakar minyak (BBM) untuk meredam dampak kenaikan harga energi global yang dipicu perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Kebijakan ini diambil ketika negara-negara Asia mulai merasakan imbas konflik tersebut terhadap pasar energi.

Menteri Perminyakan India Hardeep Singh Puri menyampaikan melalui unggahan di X pada Jumat (27/3/2026) bahwa pemerintah menghadapi pilihan sulit di tengah krisis, yakni menaikkan harga BBM secara drastis atau menanggung tekanan pada keuangan negara demi melindungi konsumen.

Berdasarkan perintah pemerintah pada Kamis, pajak bensin dipangkas dari 13 rupee (sekitar USD0,14) per liter menjadi 3 rupee (sekitar USD0,032) per liter. Sementara itu, pajak solar sebesar 10 rupee (sekitar USD0,11) per liter dihapus sepenuhnya.

Harga minyak dunia dilaporkan melonjak melampaui USD100 per barel setelah Iran hampir menutup Selat Hormuz menyusul serangan Israel dan AS pada 28 Februari. Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi global.

India, yang merupakan importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia dan eksportir bersih produk olahan, disebut memperoleh sekitar 40% pasokan minyak mentahnya melalui jalur tersebut. Meski demikian, otoritas India menyatakan tidak ada kekurangan pasokan di tengah perang, dan cadangan yang dimiliki saat ini dinilai cukup untuk 74 hari.

Dalam pernyataannya, Puri juga membantah rumor mengenai kemungkinan pemberlakuan lockdown akibat krisis energi. Ia menegaskan kabar tersebut “sama sekali tidak benar” dan menyatakan India tetap “tangguh”.