BERITA TERKINI
IMF Siap Membantu Negara yang Ekonominya Terdampak Konflik Timur Tengah

IMF Siap Membantu Negara yang Ekonominya Terdampak Konflik Timur Tengah

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan siap membantu perekonomian negara-negara yang terdampak konflik yang memanas di Timur Tengah. Konflik tersebut disebut sudah memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk memicu kontraksi ekonomi di sejumlah negara.

IMF menilai dampak itu berkaitan dengan lonjakan harga minyak setelah Iran menutup Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan internasional yang kerap digunakan negara-negara Timur Tengah untuk mengekspor minyak ke pasar global. Lebih dari 20% aktivitas perdagangan minyak dunia tercatat berlangsung di jalur tersebut.

Penutupan Selat Hormuz terjadi karena situasi keamanan yang memburuk. Rudal-rudal dari AS dan Iran dilaporkan kerap mengenai kapal-kapal dagang yang melintas. Akibatnya, negara-negara penghasil minyak tidak dapat mengekspor minyak ke pasar global, sehingga harga minyak dunia melonjak drastis.

IMF juga menyoroti dampak kenaikan harga minyak terhadap kelompok negara tertentu. Menurut Kristalina Georgieva, negara-negara di Kepulauan Pasifik menjadi pihak yang paling terdampak karena sangat bergantung pada impor minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Kenaikan harga membuat persediaan minyak menipis dan meningkatkan risiko krisis energi yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi.

Selain itu, Georgieva menyebut kenaikan harga minyak global turut menekan negara berpendapatan rendah serta negara dengan tingkat utang luar negeri yang tinggi. Negara-negara ini dinilai berpotensi kesulitan mengimpor minyak karena harga yang semakin mahal.

Sementara itu, situasi di lapangan dilaporkan terus memburuk. AS dan Israel disebut masih melancarkan serangan ke Iran hingga Kamis malam, termasuk di Ibu Kota Teheran, yang memaksa warga setempat mengungsi. Jumlah korban tewas akibat serangan tersebut dilaporkan telah melampaui 1.000 orang, sementara Palang Merah Iran sebelumnya menyebut angka 555 korban jiwa.

Di sisi lain, Israel juga menyerang Beirut, Lebanon, dengan sasaran milisi Hizbullah yang diduga membantu Iran melawan Israel dan AS. Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis melaporkan korban tewas akibat serangan Israel mencapai 102 orang, dengan 638 orang luka-luka. Serangan disebut masih berlanjut hingga saat ini.