Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perang di Asia Barat telah menimbulkan gangguan serius terhadap perekonomian sejumlah negara dan memperburuk prospek ekonomi banyak negara.
Dalam sebuah catatan yang disampaikan pada Senin (30/3/2026), IMF menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu guncangan global serta memperketat kondisi keuangan.
IMF menyoroti negara-negara berpendapatan per kapita rendah sebagai pihak yang paling rentan. Lembaga itu memperingatkan adanya risiko meningkatnya ketidakamanan pangan, terutama akibat kenaikan harga bahan pangan dan pupuk.
IMF juga mencatat bahwa ketika banyak negara maju mengurangi bantuan internasional, negara-negara berpendapatan rendah kemungkinan akan semakin membutuhkan dukungan dari luar negeri.
Para ekonom IMF menekankan bahwa dampak perang terhadap ekonomi global dapat terjadi melalui berbagai jalur, namun pada akhirnya bermuara pada kenaikan harga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
IMF memperingatkan, bila kenaikan harga energi dan bahan pangan berlanjut, kondisi tersebut berpotensi memicu inflasi global. Lembaga itu juga menilai perang dapat mempertahankan ekspektasi inflasi pada tingkat tinggi dalam jangka waktu lama, yang berisiko mendorong kenaikan upah dan harga sehingga upaya mengendalikan guncangan ekonomi menjadi lebih sulit.

