Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,37% ke level 8.227,20 pada perdagangan Senin (13/10/2025). Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks bursa saham di kawasan Asia yang bergerak di zona merah.
Tim riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebut indeks saham Asia ditutup melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran potensi perang dagang baru antara Amerika Serikat (AS) dan China, dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Menurut Phillip Sekuritas, kekhawatiran pasar dipicu oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan rencana pemberlakuan tarif tambahan hingga 100% terhadap seluruh barang impor dari China mulai 1 November 2025.
Di kawasan, sejumlah indeks utama mencatatkan penurunan. Indeks Nikkei turun 1,01% ke 48.088,80, indeks Hang Seng melemah 1,52% ke 25.889,48, indeks Shanghai turun 0,19% ke 3.889,50, dan indeks Strait Times terkoreksi 0,84% ke 4.389,84.
Dari sisi sektoral di Bursa Efek Indonesia berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi pada perdagangan hari ini. Sektor keuangan turun paling dalam 1,52%, disusul sektor properti yang melemah 1,48% dan sektor infrastruktur yang turun 1,44%.
Di sisi lain, enam sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan menguat 2,58%, diikuti sektor energi yang naik 1,51% serta sektor barang baku yang menguat 1,23%.
Data RTI Business menunjukkan frekuensi perdagangan saham mencapai 2,85 juta kali transaksi. Total volume saham yang berpindah tangan tercatat 42,66 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp27,43 triliun.
Secara keseluruhan, 438 saham ditutup melemah, 240 saham menguat, dan 126 saham tidak berubah. Emiten berkode POLU menjadi top loser setelah jatuh 14,99%, diikuti PPRI dan UANG yang masing-masing turun 14,90%.

