BERITA TERKINI
IHSG Menguat di Pembukaan Meski Bursa Asia Pasifik Melemah, Kospi Tergelincir Lebih dari 4%

IHSG Menguat di Pembukaan Meski Bursa Asia Pasifik Melemah, Kospi Tergelincir Lebih dari 4%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (31/3), bergerak berlawanan arah dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik yang tertekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,82% ke level 7.149 pada pukul 09.00 WIB. Dalam sebulan terakhir, IHSG tercatat turun 11,16%.

Secara intraday, delapan dari sebelas sektor di BEI berada di zona hijau. Sejumlah saham terkait emas menguat pada awal perdagangan, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,29% ke level 3.580, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 3,92% ke level 792, serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 2,55% ke level 1.405.

Di sisi lain, saham-saham sektor energi cenderung melemah. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 2,33% ke level 1.885, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 0,31% ke level 1.625, dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun 1,40% ke level 1.060.

Sementara itu, bursa Asia Pasifik terpantau bergerak turun pada perdagangan hari ini. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak mentah dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kospi tercatat melemah lebih dari 4%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun lebih dari 3%. Nilai tukar won Korea juga melemah 0,63% ke level 1.526,9 per dolar AS, yang disebut menyentuh posisi terlemah sejak 2009.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 2,2% dan Topix melemah 1,4%. Indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,56%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.683, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di 24.750,8.

Tekanan di pasar global turut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan AS akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg, jika Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak tercapai kesepakatan damai.

Pernyataan tersebut muncul saat konflik memasuki minggu kelima, di tengah laporan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan pengiriman pasukan darat untuk merebut Pulau Kharg yang disebut sebagai pusat utama ekspor minyak Iran.

Gangguan di Selat Hormuz mendorong lonjakan harga energi. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak global melalui laut. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8% ke US$ 105,8 per barel, sementara minyak mentah Brent untuk kontrak Mei melonjak 2% ke level US$ 115,17 per barel.