JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di posisi 7.343,34 atau turun 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.362,11.
Data RTI Business mencatat, pada awal perdagangan sebanyak 907,38 juta saham berpindah tangan dengan frekuensi 49 ribu kali transaksi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp327,97 miliar.
Dari pergerakan saham, tekanan jual terlihat lebih dominan. Sebanyak 262 saham melemah, sementara 145 saham menguat dan 190 saham tidak berubah.
Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG pada pekan ini secara teknikal cenderung bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah. Dalam risetnya, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 7.250–7.300.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (12/3), IHSG ditutup turun 0,37 persen ke level 7.362,12 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Selain faktor teknikal, pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi, pelebaran defisit APBN, serta risiko defisit neraca perdagangan migas.
Tekanan turut diperkuat oleh laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di kawasan Timur Tengah pada 12 Maret, yang memicu lonjakan harga minyak. Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar dalam sejarah.
Ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk Persia membuat harga minyak bertahan tinggi, terutama karena belum ada tanda berakhirnya gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz. Keputusan IEA tersebut juga dinilai mencerminkan tingginya risiko gangguan pasokan minyak global dan menjadi sinyal bahwa konflik belum akan segera mereda.
Ketidakpastian durasi konflik berpotensi menambah tekanan inflasi sekaligus meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global.

