BERITA TERKINI
Idul Fitri di Mali: Seruan Persatuan Menguat di Tengah Krisis Ekonomi dan Masalah Keamanan

Idul Fitri di Mali: Seruan Persatuan Menguat di Tengah Krisis Ekonomi dan Masalah Keamanan

Umat Muslim di Mali, Afrika Barat, berkumpul untuk merayakan Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Di Bamako, salat Id digelar di Masjid Agung dan diikuti ribuan jamaah.

Meski berlangsung meriah, suasana perayaan disebut turut dibayangi sejumlah persoalan, mulai dari ketidakamanan, kesulitan ekonomi, pemadaman listrik, hingga kekurangan bahan bakar.

Kalifa Drame, anggota persaudaraan Tidjaniya, mengatakan Mali sedang menghadapi situasi yang sangat sulit. Namun, ia menyebut pembimbing spiritual mereka meyakinkan bahwa solusi akan ada. Drame juga menyampaikan doa untuk kesembuhan dan kesejahteraan pemimpin spiritual mereka, Mohamed Cheickna Bouye.

Persaudaraan Tidjaniya dilaporkan menggelar perayaan Idul Fitri secara khusus di Bamako pada Kamis (19/3/2026). Rekaman video menunjukkan pelaksanaan salat Id berlangsung tertib.

Sejumlah warga menekankan Idul Fitri sebagai momentum solidaritas dan persatuan nasional. Issa Dolo, warga Bamako, menyinggung teladan Nabi Muhammad yang disebut pernah menyediakan masjid bagi umat Kristen untuk beribadah. Menurutnya, teladan itu seharusnya mendorong masyarakat untuk bergandengan tangan membangun bangsa.

Selain doa bersama, cuplikan dari Bamako juga memperlihatkan aktivitas warga menyiapkan makanan, menata rambut satu sama lain, serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Di tengah perayaan, beberapa jamaah kembali menyoroti tantangan praktis yang mereka hadapi, termasuk pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, dan persoalan keamanan.

Bagi warga Mali, Idul Fitri merupakan salah satu dari dua perayaan utama dalam Islam, yang menandai akhir masa puasa, doa, dan refleksi selama Ramadhan.