PT Honda Prospect Motor (HPM) terus memantau perkembangan ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah dunia dan potensi dampaknya terhadap pasar otomotif Indonesia. Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi penjualan mobil baru.
Sales & Marketing and Aftersales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan hingga saat ini konflik global belum menimbulkan dampak signifikan terhadap pasar otomotif domestik. Namun, perusahaan tetap mencermati perkembangan situasi secara berkelanjutan.
Menurut Billy, HPM mewaspadai kemungkinan efek lanjutan dari kondisi global, terutama jika berpengaruh pada faktor ekonomi seperti harga energi. Kenaikan harga bahan bakar dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.
Ia juga mengakui bahwa sejak tahun lalu daya beli konsumen sudah menunjukkan tren pelemahan. Karena itu, HPM menyiapkan langkah untuk memudahkan konsumen dalam memiliki kendaraan.
Sebagai strategi menghadapi kondisi tersebut, Honda berupaya menghadirkan skema pembelian yang lebih ringan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan agar konsumen, khususnya di segmen LCGC dan menengah ke bawah, dapat memperoleh skema cicilan yang lebih terjangkau.

