BERITA TERKINI
Hiphop dan Diplomasi Budaya AS Menggema di PSBK lewat Program Next Level

Hiphop dan Diplomasi Budaya AS Menggema di PSBK lewat Program Next Level

Pendopo Diponegoro di kompleks Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK), Bantul, dipadati ratusan orang pada Jumat (6/2) malam. Dentuman beat dari turntable, rap, tarian, serta aksi disjoki menjadi pusat perhatian dalam sebuah pertunjukan yang menampilkan hiphop sebagai perayaan kolektif sekaligus ruang pertemuan lintas budaya.

Di balik atmosfer pesta itu, acara tersebut diposisikan sebagai bagian dari jejak panjang diplomasi budaya Amerika Serikat. Hiphop, yang lahir dari pengalaman masyarakat terpinggirkan di New York, Amerika Serikat, berkembang menjadi bahasa global yang cepat menyebar dan beradaptasi di berbagai wilayah, termasuk Yogyakarta.

Program yang dibawa ke PSBK adalah Next Level, inisiatif yang digagas U.S. Department of State dan Meridian International Center, serta didukung Kedutaan Besar AS di Jakarta. Melalui program ini, hiphop dihadirkan bukan semata sebagai produk budaya impor, melainkan medium pertukaran nilai, pengalaman, dan identitas yang hidup, terutama di kalangan komunitas muda.

Direktur Program Hiphop Next Level, Junious Brickhouse, menyampaikan harapan agar kolaborasi ini membangun koneksi lintas budaya yang berkelanjutan dan memperkuat komunitas seni di kedua negara. Program tersebut, menurut penyelenggara, dirancang tidak berhenti pada panggung pertunjukan, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara pelaku hiphop, komunitas kreatif, dan publik yang lebih luas.

Yogyakarta dipilih sebagai salah satu lokasi program tahun ini—selain Medan pada 26–28 Januari 2026—dengan pertimbangan kuatnya komunitas hiphop yang tumbuh dan mengakar di kota ini. Dalam penyelenggaraan di PSBK, lembaga tersebut berperan sebagai tuan rumah yang mempertemukan praktik budaya populer dengan refleksi kritis, sekaligus menjaga agar hiphop tidak semata tereduksi menjadi komoditas.

Next Level di PSBK menghadirkan lima seniman sekaligus edukator: Irie Givens (rapper), Tyler Smith (disjoki), Chrybaby Cozie (dancer), Alice Mizrachi (aerosol art), dan Brent Hearn (videografer). Selama lebih dari sepekan, sejak 31 Januari hingga 8 Februari 2026, mereka menjadi mentor dan rekan diskusi bagi puluhan seniman asal Indonesia melalui lokakarya.

Dalam rangkaian lokakarya itu, peserta tidak hanya berbagi soal teknis penciptaan karya, tetapi juga membahas hiphop sebagai alat refleksi, perlawanan, dan pertemuan. Narasi yang dibawa hiphop—melalui lirik, gestur, beat, dan visual—dipahami sebagai cara menyampaikan realitas sosial, ketimpangan, harapan, dan daya tahan komunitas, sehingga dapat diterima lintas budaya tanpa harus menggunakan bahasa formal kebijakan.

Dalam konteks diplomasi budaya, program ini dipandang sebagai contoh praktik soft power diplomacy, yakni upaya memengaruhi opini dan hubungan antarnegara melalui daya tarik dan budaya, bukan melalui ancaman kekuasaan. Minister Counselor for Public Diplomacy Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jason Rebholz, dalam keterangan tertulis menyatakan Kedubes AS mendukung kolaborasi dengan industri kreatif, dan melalui Next Level generasi muda dapat membangun keterampilan baru serta saling terhubung, salah satunya lewat hiphop.

Ia juga menyebut program tersebut mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang dianut Amerika Serikat dan Indonesia. Karena itu, hasil lokakarya Next Level di PSBK dipresentasikan dalam acara Freedom 250 Roadshow di Sankara Hall kompleks de Tjolomadoe, Solo, pada Sabtu (9/2).

Freedom 250 Roadshow merupakan rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk memperingati 250 tahun Kemerdekaan Amerika Serikat sekaligus memperkuat kemitraan antara AS dan Indonesia. Acara ini menampilkan program yang menyoroti pendidikan, pertukaran budaya, kerja sama ekonomi, keamanan maritim, dan hubungan masyarakat. Selain di Yogyakarta dan Solo, roadshow tersebut juga digelar di beberapa kota lain, termasuk Batam, Natuna, dan Makassar.

Wakil Duta Besar AS di Jakarta, Heather C. Meritt, dalam sambutannya pada acara tersebut menyampaikan bahwa selama puluhan tahun masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat telah saling belajar melalui program pertukaran pendidikan, pembelajaran bahasa Inggris, serta hubungan antarmasyarakat yang kuat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan PSBK, Jeannie Park, menilai kolaborasi melalui Next Level dapat menjadi momentum penguat hubungan budaya kedua negara. Menurut dia, menjadi tuan rumah program ini memungkinkan PSBK mendorong terciptanya dialog antara seniman AS dan Indonesia, khususnya Yogyakarta. Jeannie juga menyampaikan harapan agar kolaborasi tersebut membangun koneksi lintas budaya yang berkelanjutan serta memperkuat komunitas seni di kedua negara.