Headquarters Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCAP) resmi diluncurkan di Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jalan Matraman Raya, Jakarta, Rabu (15/04/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya penguatan kolaborasi organisasi kemasyarakatan dan lembaga filantropi di kawasan Asia Pasifik untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta perlindungan Al-Quds.
Wakil Ketua Umum DMI, Dr. Imam Addaruqutni, menyatakan dukungan penuh DMI terhadap inisiatif dan operasional headquarters APCAP di Jakarta. Ia menyebut penetapan Jakarta sebagai lokasi kantor pusat merupakan keputusan dari Asia–Pacific Conference for Palestine yang digelar di Gedung DPR RI pada November 2025, melalui kerja sama BKSAP, MUI Pusat, dan Koalisi Lembaga Filantropi. Menurutnya, keputusan tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat koordinasi strategis bagi negara-negara dan elemen masyarakat di kawasan Asia Pasifik, sekaligus pengakuan atas komitmen Indonesia terhadap Palestina yang disebut telah mengakar sejak Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.
Ketua Komite Pengarah Headquarters APCAP, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai pembentukan headquarters di Jakarta sebagai langkah yang tepat waktu untuk menggerakkan dukungan terhadap Palestina di tengah stagnasi diplomasi global. Ia menyampaikan pandangannya bahwa berbagai upaya perdamaian yang berkembang belum menjamin kedaulatan penuh bagi bangsa Palestina. Sudarnoto juga menyoroti meluasnya konflik di Timur Tengah hingga ke Iran, yang menurutnya diserang oleh kekuatan militer Amerika Serikat bersama Israel. Ia menekankan perlunya aksi nyata dan kolektif, bukan sekadar solidaritas.
Dari Istanbul, Turkiye, Deputy General Secretary Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP), Ahmed Attawna, menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran headquarters tersebut. Ia berharap keberadaan APCAP dapat menghidupkan kembali semangat untuk memperkuat solidaritas bangsa-bangsa di Asia Pasifik dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dalam penjelasan mengenai peran organisasi, headquarters APCAP disebut akan menjadi pusat kolaborasi kawasan untuk mengorkestrasi berbagai inisiatif yang selama ini berjalan sporadis menjadi gerakan kolektif yang lebih terarah. Kegiatannya mencakup bidang kemanusiaan, edukasi, advokasi, hingga penguatan kebijakan. Selain itu, APCAP juga ditujukan sebagai pusat edukasi dan literasi publik untuk meluruskan disinformasi global terkait isu Palestina serta membangun narasi kemanusiaan yang lebih objektif di kawasan Asia Pasifik.
Di aspek kemanusiaan, APCAP menyatakan komitmennya agar bantuan dari kawasan Asia Pasifik dapat dikelola secara mandiri, strategis, dan berkelanjutan, termasuk untuk mendukung rekonstruksi jangka panjang di Gaza dan Al-Quds.
Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, dalam sambutannya menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan semata persoalan agama, melainkan isu kemanusiaan dan peradaban. Ia menyatakan perang menghancurkan moral dan etika kemanusiaan, bahkan dapat merusak peradaban. Amirsyah juga menilai masyarakat dan kekuatan sipil merupakan kekuatan moral yang tidak boleh menyerah atau putus asa, serta perlu bersatu agar menjadi kekuatan yang lebih besar.
Terkait struktur pengelolaan, Irvan Nugraha menyampaikan bahwa Headquarters APCAP Jakarta akan dikelola oleh kepengurusan yang terdiri atas Board of Advisory yang diketuai seorang tokoh bangsa dan beranggotakan pimpinan ormas serta lembaga filantropi. Selain itu, terdapat Komite Pengarah (Steering Committee) yang diketuai Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, dengan anggota pengurus MUI, akademisi, dan lembaga filantropi.
Untuk pelaksana operasional, Irvan Nugraha dari Rumah Zakat ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif. Ia didampingi jajaran eksekutif yang membawahi sejumlah bidang, yaitu Bidang Program dan Pengembangan Jaringan oleh Lukman Hakim S.ST; Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi oleh Syamsul Ardiansyah; Bidang Riset dan Publikasi oleh Dr. Inayatullah A. Hasyim; Bidang Operasional dan Keuangan oleh Trisna Djuwaeli; serta Kepala Sekretariat Ainun Tanjung.
Dalam sambutan peresmian, Sudarnoto menyebut kehadiran headquarters ini sebagai langkah konkret dan strategis untuk memperkuat peran kawasan dalam perjuangan kemanusiaan global. Ia menegaskan APCAP dibentuk untuk menyatukan potensi besar yang selama ini tersebar di Asia Pasifik menjadi kekuatan kolektif yang nyata dan berdampak, serta mendorong solidaritas yang terorganisir, terarah, dan berkelanjutan.
Irvan Nugraha menambahkan bahwa APCAP mendorong perubahan pendekatan dari reaktif menjadi lebih strategis dan jangka panjang. Ia menyatakan fokus tidak hanya pada bantuan logistik, tetapi juga pada isu kedaulatan, rekonstruksi, dan pelestarian identitas Al-Quds melalui kepemimpinan kolektif kawasan.
Melalui peluncuran ini, APCAP mengajak berbagai elemen bangsa dan dunia Islam menjadikan isu kemanusiaan serta kemerdekaan Palestina sebagai titik temu perjuangan lintas perbedaan, dengan tujuan mendorong terwujudnya keadilan universal. Koalisi ini juga menegaskan pandangannya bahwa isu Palestina merupakan persoalan kemanusiaan global yang memerlukan respons kolektif dan berkelanjutan.