BERITA TERKINI
Harga Solar di Vietnam Melonjak 105% Sejak Akhir Februari, Tembus Rp25 Ribu per Liter

Harga Solar di Vietnam Melonjak 105% Sejak Akhir Februari, Tembus Rp25 Ribu per Liter

Gejolak perang di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi di Vietnam. Data terbaru Kementerian Perdagangan Vietnam yang dirilis Rabu (25/3/2026) mencatat harga bahan bakar jenis solar naik tajam hingga 105% sejak akhir Februari, atau menjelang memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kenaikan tersebut membuat harga solar di Vietnam mencapai 39.660 dong, setara sekitar Rp25.382 per liter. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 19.270 dong, atau sekitar Rp12.332 per liter.

Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada solar. Bensin RON 95 juga mengalami kenaikan hampir 68%, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter. Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata turut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan stok BBM secara global.

Untuk meredam risiko gangguan pasokan dan dampaknya terhadap perekonomian, Pemerintah Vietnam melakukan langkah diplomasi energi. Vietnam secara resmi meminta bantuan pasokan bahan bakar dari sejumlah negara produsen, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, serta Jepang.

Selain itu, pada Senin lalu Vietnam menandatangani kesepakatan strategis dengan Rusia terkait produksi minyak dan gas, yang ditujukan untuk mengamankan stok dalam negeri.

Di dalam negeri, Kementerian Keuangan Vietnam mengusulkan langkah darurat berupa pemotongan pajak perlindungan lingkungan sebesar 50% untuk bensin dan solar. Usulan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup akibat krisis energi global.