BERITA TERKINI
Harga Plastik di Pasar Pelaihari Naik hingga 50 Persen, Diskopdag Tanah Laut Sebut Dampak Gejolak Global

Harga Plastik di Pasar Pelaihari Naik hingga 50 Persen, Diskopdag Tanah Laut Sebut Dampak Gejolak Global

Sejumlah warga dan pedagang di Pasar Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, mengeluhkan lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini menambah beban biaya operasional pedagang, terutama saat kondisi pasar masih sepi pembeli.

Keluhan tersebut dirasakan kuat oleh pelaku UMKM kuliner dan pedagang kecil. Plastik yang selama ini menjadi kebutuhan utama untuk pengemasan kini dinilai semakin memberatkan karena harganya meningkat signifikan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanah Laut, H. Khairul Rijal, menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik di pasaran lokal mencapai sekitar 50 persen. Menurutnya, lonjakan tersebut bukan disebabkan permainan harga di tingkat lokal, melainkan dipengaruhi kondisi global.

Khairul Rijal menyebut gejolak geopolitik di Timur Tengah berdampak pada suplai minyak dunia. Kondisi itu berimbas pada industri dalam negeri karena sekitar 70 persen bahan baku plastik nasional, yakni nafta, masih bergantung pada komoditas impor.

Selain faktor bahan baku, ia menambahkan bahwa produksi plastik juga banyak tersentralisasi di Pulau Jawa. Akibatnya, daerah seperti Tanah Laut sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari luar pulau, sementara harga mengikuti dinamika pasar nasional.

“Memang plastik ada kenaikan secara nasional sehingga menjadi persoalan bagi pedagang. Secara otoritas, plastik ditentukan harga pasar,” ujar Khairul Rijal, Kamis (9/4/2026).

Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini hanya dapat melakukan pemantauan karena harga sangat dipengaruhi pasokan dari luar daerah dan mekanisme pasar nasional. Khairul Rijal berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret mengingat persoalan ini telah berkembang menjadi isu nasional.

Sebagai langkah jangka pendek, Diskopdag mengimbau masyarakat dan pelaku usaha melakukan efisiensi dengan menghemat penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Ia juga meminta konsumen memahami kondisi pasar yang belum stabil sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait upaya stabilisasi harga bahan baku.