BERITA TERKINI
Harga Patokan Ekspor Emas Menguat Awal Maret 2026, Dipicu Permintaan Safe-haven dan Pembelian Bank Sentral

Harga Patokan Ekspor Emas Menguat Awal Maret 2026, Dipicu Permintaan Safe-haven dan Pembelian Bank Sentral

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan penguatan signifikan harga patokan ekspor (HPE) emas untuk periode pertama Maret 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, yang turut mendorong meningkatnya minat terhadap aset safe-haven.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyampaikan HPE emas naik dari 159.475,43 dolar AS per kilogram menjadi 161.568,53 dolar AS per kilogram. Sejalan dengan itu, harga referensi (HR) emas juga meningkat dari 4.960,24 dolar AS per troy ounce (t oz) menjadi 5.025,35 dolar AS per troy ounce.

Menurut Tommy, penguatan harga emas didorong oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya permintaan aset safe-haven dan pembelian emas oleh sejumlah bank sentral global. Dalam kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, investor cenderung mencari instrumen yang dinilai lebih aman untuk menjaga nilai, dan emas kerap dipandang sebagai penyimpan nilai dalam situasi tersebut.

Di sisi lain, aktivitas pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara turut berkontribusi terhadap penguatan harga. Bank sentral kerap meningkatkan cadangan emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio serta lindung nilai terhadap inflasi.

Dalam rentang penghitungan yang dilakukan Kemendag, emas (Au) tercatat naik 1,31 persen. Namun, pergerakan ini tidak diikuti oleh seluruh komoditas logam.

Kemendag mencatat HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama Maret 2026 justru turun menjadi 6.684,18 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT), atau melemah 0,12 persen dibandingkan periode kedua Februari 2026 yang sebesar 6.692,35 dolar AS per WMT. Tommy menyebut penurunan tersebut dipengaruhi aksi ambil untung (profit-taking) serta penguatan dolar AS, di tengah fase konsolidasi harga tembaga global.

Selama periode pengumpulan data, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) sempat menembus 13.000 dolar AS per ton dan mencapai sekitar 13.300 dolar AS per ton pada 11 Februari. Setelah itu, harga terkoreksi ke kisaran 12.500–12.700 dolar AS per ton, sebelum kembali bergerak mendekati 13.200 dolar AS per ton pada akhir Februari 2026.

Dalam rentang penghitungan yang sama, harga tembaga (Cu) tercatat turun 1,44 persen, sementara perak (Ag) melemah lebih dalam sebesar 15,09 persen. Data ini menunjukkan perbedaan tren antara logam mulia dan logam industri pada periode tersebut.

Ketentuan mengenai HPE dan HR ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 375 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 27 Februari 2026 dan berlaku untuk periode 1–14 Maret 2026. Penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) yang mengacu pada harga pasar internasional.

Untuk tembaga, acuan yang digunakan adalah London Metal Exchange (LME). Sementara itu, harga emas dan perak mengacu pada London Bullion Market Association (LBMA). Proses penetapan juga melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KemenESDM, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).