Harga minyak dunia naik sekitar 2% di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Kenaikan terjadi seiring memanasnya konflik Iran-AS yang memicu ketidakpastian di kawasan Timur Tengah.
Minyak Brent dilaporkan menembus level US$104,30. Pergerakan harga ini mencerminkan respons pasar terhadap risiko gangguan distribusi, terutama terkait potensi masalah di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting pengiriman energi.
Tekanan terhadap pasokan juga diperburuk oleh situasi Rusia, yang disebut turut memperparah krisis pasokan global. Kombinasi faktor geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan minyak dapat terganggu, sehingga mendorong harga naik.

