BERITA TERKINI
Harga Minyak Brent dan WTI Tembus US$100 per Barel, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga Minyak Brent dan WTI Tembus US$100 per Barel, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal Maret 2026 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Dalam perkembangan terbaru, harga minyak mentah sempat melampaui US$100 per barel, menjadi level tertinggi sejak 2022. Minyak jenis Brent dilaporkan naik hingga sekitar US$108 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) juga melesat di kisaran yang sama, didorong kekhawatiran bahwa pasokan dari Timur Tengah akan terganggu.

Kenaikan harga disebut dipicu gangguan produksi dan distribusi minyak di kawasan Teluk. Sejumlah negara produsen, termasuk Iran dan Kuwait, dilaporkan mengurangi produksi akibat kesulitan ekspor serta meningkatnya risiko keamanan di jalur pengiriman energi.

Konflik militer turut berdampak pada fasilitas energi di kawasan tersebut dan memperbesar kekhawatiran terhadap Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia setiap hari. Ancaman gangguan di selat itu membuat banyak kapal tanker menunda perjalanan, yang pada akhirnya memperketat pasokan minyak di pasar global.

Situasi diperburuk oleh serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah. Salah satunya berupa serangan drone terhadap sebuah kilang minyak besar di Arab Saudi yang sempat menghentikan operasi sementara dan ikut memicu lonjakan harga minyak.

Sejumlah analis memperingatkan, harga minyak berpotensi menanjak lebih tinggi dan bisa mencapai kisaran US$130 hingga US$150 per barel apabila konflik berlanjut dan gangguan pasokan tidak mereda.