BERITA TERKINI
Harga Emas Dunia Turun Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ketidakpastian Kebijakan

Harga Emas Dunia Turun Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ketidakpastian Kebijakan

Chicago — Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat WIB, di tengah ketegangan geopolitik serta ketidakpastian kebijakan yang membayangi pasar.

Mengutip Yahoo Finance pada Jumat, 27 Februari 2026, harga emas berjangka—yang menjadi acuan transaksi kontrak beli atau jual emas di masa depan—turun 0,4 persen menjadi USD5.203,80 per ons troy.

Sementara itu, harga emas spot sebagai harga pasar saat ini juga turun 0,3 persen menjadi USD5.175,95 per ons troy. Meski terkoreksi, harga spot telah naik sekitar 20 persen sepanjang tahun ini dan sempat menyentuh level tertinggi tiga minggu di USD5.248,89 per ons pada Selasa. Emas juga pernah mencetak rekor tertinggi di USD5.594,82 pada 29 Januari lalu.

Analis menilai pergerakan emas dipengaruhi kombinasi faktor, terutama ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan. Carlo Alberto De Casa, analis eksternal di Swissquote, menyebut ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat serta ketidakpastian seputar ekonomi global terkait tarif Trump menjadi katalis yang mendorong kenaikan harga emas.

Kenaikan harga emas dalam beberapa waktu terakhir terjadi setelah logam mulia tersebut melonjak lebih dari 64 persen pada 2025. Emas secara luas dipandang sebagai aset lindung nilai atau tempat berlindung yang aman ketika risiko meningkat.

JPMorgan menyatakan tetap optimistis terhadap prospek emas hingga 2026. Bank itu menilai tren diversifikasi struktural ke kelas aset ini masih berlanjut dan membuka ruang pertumbuhan lebih lanjut. JPMorgan memperkirakan permintaan yang cukup dari bank sentral dan investor pada tahun ini dapat mendorong harga emas hingga USD6.300 per ons pada akhir 2026.

Selama setahun terakhir, emas mencatat sejumlah rekor harga, didukung oleh meningkatnya risiko geopolitik, siklus pelonggaran suku bunga Federal Reserve AS, pembelian oleh bank sentral, serta arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas batangan. Dalam kondisi suku bunga lebih rendah, daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas umumnya meningkat.