Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rasa syukur karena situasi keamanan Ibu Kota tetap kondusif selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan ketertiban di Jakarta, terutama di tengah dinamika global yang sedang berlangsung.
“Walaupun dunia sedang tidak baik-baik saja, tetapi bismillah, Jakarta mudah-mudahan baik-baik saja,” ujar Pramono, Minggu (22/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menggaungkan semangat “Jaga Jakarta” sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni dan ketertiban kota. Menurutnya, tema Idulfitri tahun ini, “Merajut Silaturahmi dalam Simfoni Kemenangan untuk Jakarta yang Fitrah”, menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Balai Kota Jakarta turut menggelar salat Id pada Sabtu (21/3/2026) yang dihadiri sekitar 2.000 jemaah. Salat dilaksanakan di halaman Balai Kota dan dihadiri Gubernur Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Pelaksanaan salat Id dimulai pukul 06.30 WIB dengan imam Ustaz Heri Kuswanto dan khatib Ma’ruf Amin. Sejak pagi, kawasan Balai Kota telah dipadati jemaah yang datang untuk menunaikan ibadah bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta.
Saat takbir berkumandang, suasana disebut berubah menjadi hening dan khusyuk. Pramono dan Rano Karno tampak duduk berdampingan bersama para tokoh yang hadir, mencerminkan kebersamaan dalam momentum hari kemenangan.
Usai salat Id, aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta menggelar ramah tamah dan halalbihalal untuk mempererat silaturahmi. Pramono pun menyampaikan ucapan selamat Lebaran kepada masyarakat.
“Minal aidzin ya, selamat Lebaran,” kata Pramono.
Dengan situasi yang aman dan tertib, perayaan Idulfitri di Jakarta tahun ini berlangsung kondusif dan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan warga Ibu Kota.

