BERITA TERKINI
Gubernur Ansar Paparkan Strategi Ketahanan Pariwisata Kepri di Tengah Konflik Global

Gubernur Ansar Paparkan Strategi Ketahanan Pariwisata Kepri di Tengah Konflik Global

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memaparkan strategi ketahanan pariwisata daerah dalam webinar bertajuk “Tourism Under Fire” yang digelar pada Senin (16/3). Dalam kesempatan itu, Ansar menegaskan sektor pariwisata Kepri dinilai tetap tangguh di tengah eskalasi konflik global.

Webinar tersebut diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Ikatan Alumni NHI Bandung, berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ansar mengikuti kegiatan dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan dan Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi. Kepala Bappeda Kepri Aries Fhariandi juga turut mendampingi dan mengikuti rangkaian webinar yang membahas ketahanan pariwisata.

Dalam paparannya, Ansar menyoroti posisi strategis Kepri sebagai “Beranda NKRI” yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kepri disebut berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Kepri berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang dinilai vital, dengan lintasan sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahunnya.

Ansar menyatakan posisi strategis tersebut turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Riau. Ia mencontohkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, Kepri menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia dengan total 2.027.037 kunjungan, setelah Bali dan DKI Jakarta.

Meski demikian, Ansar menilai dinamika geopolitik global perlu diantisipasi dengan strategi yang adaptif agar pariwisata Kepri tetap resilien menghadapi berbagai tantangan. “Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat strategis sebagai beranda NKRI dan pintu gerbang wisatawan mancanegara. Karena itu kita harus memperkuat strategi pariwisata agar tetap resilien di tengah dinamika geopolitik global,” ujarnya.

Menurut Ansar, ketegangan internasional dapat memunculkan travel warning bagi wisatawan yang pada akhirnya memengaruhi persepsi keamanan terhadap suatu destinasi. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia juga disebut berdampak pada kenaikan biaya transportasi, baik jalur udara maupun laut, yang berpengaruh terhadap mobilitas wisatawan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri menyampaikan sejumlah langkah penguatan sektor pariwisata. Ansar mengatakan pihaknya mendorong penggunaan autogate di keimigrasian serta optimalisasi kebijakan Visa on Arrival agar akses wisatawan ke Kepulauan Riau semakin mudah dan cepat.

Pemprov Kepri juga memperkuat pengembangan sport tourism dan marine tourism yang disebut menjadi keunggulan utama daerah kepulauan. Selain itu, diversifikasi pasar wisata turut didorong sebagai langkah strategis melalui penguatan kunjungan wisatawan nusantara.

Ansar menyatakan optimistis target 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2026 dapat tercapai. Ia menekankan pencapaian target tersebut memerlukan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.