Eskalasi konflik militer di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi dan ekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dinilai berpotensi memperluas dampak geopolitik dan memengaruhi kondisi ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai konflik tersebut tidak hanya berdampak secara regional, tetapi juga berimplikasi luas terhadap rantai pasok energi dunia dan dinamika politik internasional. Menurut organisasi ini, gangguan pada jalur distribusi energi global berpotensi menimbulkan tekanan ekonomi di berbagai negara.
Sejumlah pengamat menilai eskalasi konflik dapat mengganggu jalur distribusi energi yang melewati Selat Hormuz. Jalur itu disebut menjadi rute penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi dunia.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia menjaga persatuan nasional. Ia menilai langkah Presiden yang merangkul para tokoh bangsa dapat menjadi teladan dalam menghadapi situasi internasional yang tidak menentu.
“Langkah Presiden yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” kata Addin di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Addin menyebut ada dua aspek penting yang perlu dijaga dalam menghadapi dampak konflik global, yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan. Ia juga mendorong peran anak muda dalam menjaga kedua ketahanan tersebut.
“Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” ujarnya.
Selain itu, GP Ansor mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional. Organisasi ini meminta publik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.
“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” kata Addin.
GP Ansor menilai, dengan menjaga persatuan nasional, Indonesia dinilai memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan geopolitik global sekaligus tetap berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.

