BERITA TERKINI
GMNI Soroti Ketegangan Timur Tengah dan Dorong Indonesia Perkuat Diplomasi

GMNI Soroti Ketegangan Timur Tengah dan Dorong Indonesia Perkuat Diplomasi

SURABAYA — Ketua Bidang Politik DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dhipa Satwika Oey menilai ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan maupun dunia. Ia menyebut situasi tersebut tidak hanya dapat dipandang sebagai konflik regional, melainkan mencerminkan tarik-menarik kepentingan geopolitik yang lebih luas.

Dalam keterangannya pada Sabtu (7/3), Dhipa mengatakan perkembangan di Timur Tengah perlu mendapat perhatian serius dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, konflik itu tidak lepas dari dinamika hegemoni politik global yang terus memengaruhi arah hubungan internasional.

Ia menilai ketegangan yang terjadi menunjukkan Timur Tengah masih menjadi kawasan yang rentan terhadap perebutan pengaruh geopolitik. Dhipa juga mengingatkan, ketika kepentingan negara-negara besar saling berhadapan, potensi eskalasi konflik semakin terbuka dan dapat memicu ketegangan yang lebih luas jika tidak segera diredam.

“Konflik seperti ini tidak berdiri sendiri. Ketika rivalitas geopolitik semakin tajam, dampaknya dapat menjalar ke berbagai kawasan dan memperbesar ketegangan dalam hubungan internasional,” ujarnya.

Selain dampak politik dan keamanan, GMNI menyoroti potensi munculnya krisis kemanusiaan apabila konflik terus berlarut. Dhipa juga menekankan implikasi ketegangan tersebut terhadap stabilitas energi dunia, mengingat kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu pusat produksi energi global.

Menurutnya, setiap gejolak di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga energi internasional dan berdampak pada perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menyebut fluktuasi harga energi dunia dapat berpengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi nasional, mulai dari industri hingga daya beli masyarakat.

Atas dasar itu, GMNI mendorong Indonesia tidak bersikap pasif terhadap perkembangan situasi global. Dhipa meminta Indonesia berperan lebih aktif dalam upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Ia menilai penguatan diplomasi melalui forum-forum internasional perlu terus dilakukan untuk mendorong de-eskalasi. Menurut Dhipa, peran Indonesia dalam mendorong dialog antarnegara penting untuk menjaga stabilitas global.