BERITA TERKINI
Gandung Pardiman Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global terhadap Industri Nasional

Gandung Pardiman Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global terhadap Industri Nasional

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi potensi dampak eskalasi konflik geopolitik global terhadap perekonomian, khususnya sektor industri nasional.

Gandung menilai meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpeluang memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama pada sektor energi, logistik internasional, serta rantai pasok bahan baku industri di dalam negeri.

“Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia,” ujar Gandung di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan salah satu titik strategis yang berpotensi terdampak adalah Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Gandung menyebut sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut, sehingga gangguan di wilayah itu berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional.

Menurutnya, kenaikan harga energi global akan berdampak langsung terhadap industri manufaktur karena energi merupakan komponen utama dalam biaya produksi di banyak sektor. Sejumlah sektor yang dinilai sensitif terhadap fluktuasi harga energi antara lain industri petrokimia, logam dasar, semen, pupuk, serta berbagai subsektor industri pengolahan lainnya.

Legislator dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menekankan pentingnya langkah strategis bersama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak perkembangan situasi geopolitik global.

“Kita harus memikirkan langkah strategis bersama pemerintah dalam menyikapi perkembangan situasi geopolitik global. Kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional,” tutup Gandung.