JAKARTA — Di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks, forum diskusi bertajuk “Perkara Bangsa” mengangkat tema “Indonesia dan Konflik Global: Apa yang Bisa Kita Dapatkan?”. Forum ini digelar sebagai ruang dialog publik untuk membahas dampak dan pembacaan Indonesia terhadap perkembangan konflik global.
Diskusi menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang hukum tata negara dan kebijakan publik, yakni Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H. dan Assoc. Prof. Dr. Freddy Harris, S.H., M.H. Keduanya diharapkan memberikan perspektif mengenai cara Indonesia melihat dinamika konflik global dari sudut pandang hukum, tata kelola negara, dan kepentingan nasional.
Dalam pemaparannya, forum menyoroti bahwa perkembangan konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan tatanan global yang berlangsung cepat. Ketegangan antarnegara, persaingan ekonomi, serta perubahan konfigurasi kekuatan dunia dinilai membawa implikasi yang semakin nyata terhadap sejumlah sektor di Indonesia, mulai dari ekonomi dan kebijakan publik hingga sistem hukum serta tata kelola pemerintahan.
Forum “Perkara Bangsa” disebut berupaya mempertemukan berbagai perspektif—akademisi, praktisi, profesional, dan masyarakat luas—agar perkembangan global dapat dibaca secara lebih jernih dan strategis.
Pada kesempatan yang sama, acara ini juga menjadi momentum peresmian H.A.B Law Firm. Kantor hukum tersebut diperkenalkan dengan komitmen profesional yang dirangkum dalam tagline “Teguh dalam Prinsip, Tajam dalam Mengungkap Kebenaran.”
Peresmian H.A.B Law Firm dilakukan oleh H. Adang Bunyamin, didampingi Managing Patner DR. Wasis Soesatyo, Rika Aryuna, S.E., S.H., M.M., serta Fuzail Abdulrahman. Peluncuran ini menandai dimulainya kiprah H.A.B Law Firm dalam memberikan layanan profesional yang menekankan integritas.
Penyelenggara menilai, di tengah situasi global yang semakin kompleks, peran profesional hukum yang menjunjung prinsip, independensi, dan keberanian dalam mengungkap kebenaran menjadi penting untuk mendukung kepastian hukum dan keadilan di masyarakat. Peresmian tersebut juga dimaknai sebagai bagian dari semangat kolaborasi untuk memperkuat praktik hukum yang berintegritas sekaligus mendorong kualitas diskursus publik di Indonesia.
Ke depan, forum “Perkara Bangsa” diharapkan berkembang menjadi ruang percakapan publik yang menghadirkan diskusi substantif mengenai berbagai persoalan strategis yang dihadapi Indonesia, baik dalam konteks nasional maupun global. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka dan kegiatan buka puasa bersama.

