BERITA TERKINI
FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan di Tengah Memanasnya Konflik Global

FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan di Tengah Memanasnya Konflik Global

FIFA menegaskan putaran final Piala Dunia 2026 akan tetap berjalan sesuai rencana meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Turnamen yang akan diikuti 48 negara itu dinilai terlalu besar untuk ditunda.

Chief Operating Officer (COO) Piala Dunia FIFA, Heimo Schirgi, mengatakan FIFA terus memantau perkembangan situasi dari hari ke hari menjelang kick-off pada 11 Juni mendatang. Pernyataan itu ia sampaikan saat berbicara di International Broadcast Center, Dallas.

Schirgi mengakui dinamika di Timur Tengah bersifat fluktuatif. Namun, ia menyebut FIFA bekerja sama erat dengan mitra federal dan internasional untuk mengevaluasi kondisi keamanan. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa turnamen tetap dapat berlangsung dan diharapkan menjadi ruang yang menghadirkan resolusi damai melalui sepak bola.

Schirgi berharap seluruh negara yang telah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi tanpa hambatan berarti. Dalam konteks kebijakan pembatasan perjalanan (travel ban) yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat terhadap beberapa negara peserta seperti Iran, Pantai Gading, Haiti, dan Senegal, FIFA menyatakan telah mendapatkan titik terang.

Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan memberikan pengecualian khusus bagi pemain, ofisial tim, hingga keluarga inti agar tetap bisa memasuki wilayah tuan rumah.

Selain isu keamanan, FIFA juga menyoroti persiapan infrastruktur di Dallas. Kota ini menjadi salah satu pusat perhatian karena AT&T Stadium dijadwalkan menggelar sembilan pertandingan. FIFA juga menyiapkan festival penggemar selama 34 hari penuh untuk menyambut jutaan suporter dari berbagai negara.

Menurut Schirgi, momentum tersebut menjadi peluang untuk menyatukan masyarakat global di tengah kondisi dunia yang tidak stabil.

Di sisi lain, FIFA memberikan klarifikasi terkait kebijakan penjualan tiket yang sempat menuai kritik akibat harga yang dinilai melambung tinggi. Untuk meredam protes, FIFA membuka jendela penjualan tambahan selama 48 jam.

Langkah itu disebut bertujuan memberi kesempatan bagi penggemar yang sebelumnya gagal memperoleh tiket di kategori murah untuk beralih ke kategori lain yang masih tersedia. FIFA juga menyatakan komitmennya menyediakan kuota tiket seharga 60 Euro untuk setiap pertandingan yang disalurkan melalui federasi nasional masing-masing negara peserta.