BERITA TERKINI
FEB USK Gelar Kuliah Umum Bahas Strategi Bisnis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

FEB USK Gelar Kuliah Umum Bahas Strategi Bisnis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kuliah umum tahun akademik 2025/2026 bertema “Tantangan Dunia Bisnis dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global: Antara Strategi dan Solusi” di Balai Sidang FEB USK, Banda Aceh, Senin (29/9/2025). Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan dan Bisnis USK Prof. Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng.

Anggota Komisi VIII DPR RI H. M. Husni, SE., MM., hadir sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi untuk membekali mahasiswa terkait tantangan ekonomi domestik dan global, sekaligus memotivasi peserta yang disebut berjumlah lebih dari 200 orang, terdiri atas mahasiswa, dosen, koordinator program studi, kepala departemen, serta civitas akademika USK.

Dalam pemaparannya, Husni menilai alumni FEB USK mampu bersaing meski berkiprah di luar Aceh. Ia menyampaikan bahwa alumni memiliki semangat juang tinggi, inovatif, dan adaptif dalam mengejar kesuksesan.

Husni juga memperkenalkan istilah “Serakahnomics” untuk menggambarkan kelompok yang mengeruk kekayaan pribadi dan merugikan negara melalui praktik ilegal. Ia menyoroti kerugian negara yang disebutnya besar, antara lain hampir Rp1 kuadriliun dari modus oplos BBM Pertamax, lebih dari Rp300 triliun dari 1.063 tambang ilegal, serta dampak dari 5 juta hektare lahan sawit yang melanggar aturan.

Selain aspek ekonomi, ia menyinggung isu sosial yang dinilai turut menggerogoti perekonomian, seperti judi online dan narkoba. Husni menyebut lebih dari 571.000 penerima bantuan sosial terindikasi terlibat judi online dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun, serta maraknya kasus narkoba yang menambah beban anggaran negara. Sesi ini dipandu moderator Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA, dosen senior FEB USK.

Menanggapi tantangan internal, Husni memaparkan upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang disebut telah menyelamatkan ratusan triliun rupiah uang negara dari korupsi dan mengembalikan 3,1 juta hektare lahan sawit ilegal ke negara.

Di tingkat global, ia mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab ketidakpastian ekonomi, yakni perubahan kebijakan seperti perang dagang Amerika Serikat–China, ketegangan geopolitik yang dicontohkan dengan invasi Rusia ke Ukraina, serta disrupsi rantai pasok akibat pandemi COVID-19.

Untuk menghadapi kompleksitas tersebut, Husni menawarkan tiga langkah strategis bagi pelaku bisnis dan calon lulusan, yaitu mengadopsi perubahan teknologi untuk efisiensi, membangun kolaborasi dan kemitraan guna mendorong inovasi, serta menerapkan kepemimpinan yang responsif dan visioner.

Dekan FEB USK Prof. Dr. Faisal, SE, M.Si, MA selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan kuliah umum ini merupakan bagian dari program strategis universitas untuk meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja, sekaligus menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar global.

Acara ditutup dengan pesan Husni tentang peran penting dunia usaha bagi perekonomian. Ia menyebut bisnis yang maju dapat memicu efek berantai, mulai dari meningkatnya daya beli, terbukanya lapangan kerja, hingga bertambahnya pendapatan negara. Husni, yang merupakan alumni Jurusan Manajemen angkatan 1983 FEB USK, juga menyatakan tekad membangun kerja sama antara kampus, dunia bisnis, dan DPR RI, termasuk fasilitasi kegiatan magang mahasiswa serta bentuk kolaborasi lain. Kegiatan turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Darwanis, SE, M.Si.Ak dan Ketua Panitia Kuliah Umum 2025/2026 Dr. A. Sakir, SE, MM, CFRM.