BERITA TERKINI
Fasilitas Energi Diserang, Ketegangan Iran-Israel Memasuki Pekan Ketiga

Fasilitas Energi Diserang, Ketegangan Iran-Israel Memasuki Pekan Ketiga

Aksi saling serang antara Iran dan Israel yang menyasar fasilitas energi penting di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik yang kini memasuki pekan ketiga. Situasi tersebut juga memperumit upaya Amerika Serikat (AS) untuk meredam gejolak pasar energi.

Perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, melaporkan bahwa Kota Industri Ras Laffan—kompleks yang menaungi kilang ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia—mengalami “kerusakan luas” akibat serangan Iran. QatarEnergy tidak merinci detail kerusakan yang terjadi.

Serangan itu berlangsung beberapa jam setelah Teheran memperingatkan bahwa sejumlah situs energi di negara-negara Teluk akan menjadi “target sah”, menyusul serangan Israel terhadap ladang gas utama Iran.

Lembaga berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada Rabu bahwa fasilitas di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) kini masuk dalam daftar risiko serangan udara Iran. Di tengah operasi militer yang berlanjut tanpa tanda-tanda mereda, harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak mendekati US$110 per barel.

Eskalasi konflik ini turut menyulitkan langkah Donald Trump dalam membendung kenaikan harga minyak. Trump disebut telah menangguhkan mandat pengiriman barang yang telah berlaku selama seabad untuk menekan biaya transportasi energi di AS. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu para eksekutif minyak pada Kamis guna membahas krisis pasokan.