BERITA TERKINI
FAO: Gangguan Pelayaran di Selat Hormuz Berisiko Memicu Krisis Pangan Global

FAO: Gangguan Pelayaran di Selat Hormuz Berisiko Memicu Krisis Pangan Global

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz berisiko memicu krisis pangan global. FAO menilai hambatan di jalur tersebut dapat mengganggu pasokan pupuk dan energi, serta mendorong kenaikan harga pangan.

Dalam pernyataannya pada Senin (13/4/2026), FAO menegaskan kapal-kapal pengangkut pupuk dan energi perlu segera kembali melintas agar distribusi tidak terganggu lebih lama.

Kepala Ekonom FAO Maximo Torero menyatakan waktu menjadi faktor krusial. Ia menekankan negara-negara miskin merupakan pihak paling rentan terdampak karena sangat bergantung pada pasokan tersebut untuk musim tanam.

Torero menambahkan, gangguan pasokan dapat berujung pada penurunan hasil panen dan kenaikan harga pangan pada tahun depan. Situasi itu, menurutnya, berpotensi mendorong pemerintah mengambil kebijakan untuk menekan harga di dalam negeri.

FAO mencatat harga pangan global pada Maret 2026 masih relatif stabil karena pasokan, khususnya gandum dan serealia, dinilai cukup. Namun, tekanan diperkirakan mulai meningkat pada April hingga Mei.

Sementara itu, Kepala Divisi Ekonomi FAO David Laborde mengingatkan bahwa dunia saat ini sudah menghadapi persoalan pasokan bahan penting. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

FAO juga meminta negara-negara tidak membatasi ekspor energi dan pupuk, serta berhati-hati dalam penggunaan bahan bakar nabati yang berpotensi mengurangi pasokan pangan.

Selain itu, FAO mendorong pemanfaatan bantuan keuangan internasional, termasuk dari Dana Moneter Internasional (IMF), untuk membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk secara cepat.

Berdasarkan catatan FAO, sekitar 20 hingga 45 persen pasokan bahan penting untuk sektor pertanian melewati Selat Hormuz. Karena itu, FAO menilai gangguan sekecil apa pun di jalur tersebut dapat berdampak signifikan terhadap harga pangan global.

FAO juga memperingatkan risiko dapat membesar apabila kondisi cuaca ekstrem, seperti El Nino, kembali menguat.