Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi dinamika konflik global, sekaligus memunculkan pertanyaan penting terkait etika penggunaannya. Dalam konteks ini, isu etika AI menjadi perhatian karena dapat berdampak pada cara konflik dikelola, dipahami, dan disikapi oleh berbagai pihak.
Selain berdampak pada tingkat global, pembahasan mengenai etika AI juga relevan bagi Indonesia. Dampaknya dapat dirasakan melalui berbagai aspek, termasuk cara informasi terkait konflik beredar dan bagaimana teknologi digunakan dalam pengambilan keputusan.
Dengan meningkatnya peran AI dalam berbagai bidang, kebutuhan akan kerangka etika yang jelas menjadi semakin mendesak. Pembahasan ini menekankan pentingnya memastikan pemanfaatan AI tetap sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, akuntabilitas, dan kepentingan publik, termasuk dalam situasi yang berkaitan dengan konflik.

