Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar rangkaian pemilihan dekan pada Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3, Gedung Vokasi A Kampus Dharmawangsa-B, dan dihadiri civitas akademika, panelis, serta mahasiswa.
Dalam forum itu, enam calon dekan Fakultas Vokasi menyampaikan gagasan untuk arah pengembangan fakultas ke depan. Keenam calon tersebut adalah Prof Bambang Suharto SST MMPar, Dr Abdul Nasir SKep Ns Mkep, Dr Khotibul Umam SKep Ns Mkes, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos MM PhD, Dr Ari Prasetyo SE MSi, serta Prof Dr Heru Tjaraka Drs MSi BKP AK CA.
Dekan Fakultas Vokasi UNAIR, Prof Dr Anwar Maruf drh MKes, menyampaikan bahwa jumlah calon dekan di Fakultas Vokasi menjadi yang terbanyak dibandingkan fakultas lain di UNAIR. Ia mencontohkan pengalamannya saat menjadi panelis pemilihan calon dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang diikuti lima calon, namun berasal dari latar lulusan yang sama.
Menurut Prof Anwar, pemilihan dekan Fakultas Vokasi kali ini menonjol karena menghadirkan calon dengan latar belakang yang beragam. Ia menyebut keberagaman tersebut sejalan dengan karakter Fakultas Vokasi yang bersifat multidisiplin, mencakup bidang seperti kesehatan, bisnis, dan teknik. Dari enam calon, empat disebut berasal dari vokasi dan dua dari fakultas lain, namun seluruhnya memiliki tujuan yang sama untuk membawa Fakultas Vokasi menjadi lebih baik.
Prof Anwar juga menegaskan setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk memaparkan gagasan terbaiknya. Ia menyatakan gagasan yang disampaikan berbasis data dan analisis strategis, antara lain terkait peningkatan mutu pendidikan vokasi, penguatan jejaring mitra industri, hingga pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut juga disebut cukup besar. Mereka turut menyuarakan dukungan sekaligus mendorong partisipasi aktif sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Fakultas Vokasi.
Menutup sambutannya, Prof Anwar menyatakan optimisme terhadap kualitas para calon. Ia berharap seluruh calon dapat menampilkan gagasan terbaik, sementara panelis akan memberikan catatan atas pemaparan yang kemudian disampaikan kepada rektor sebagai bagian dari proses penentuan dekan.

