BERITA TERKINI
Emas dan Perak Kian Dilirik sebagai Safe Haven, Volume Perdagangan XAUT dan SLVON di Bittime Naik

Emas dan Perak Kian Dilirik sebagai Safe Haven, Volume Perdagangan XAUT dan SLVON di Bittime Naik

Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama karena emas kerap dipandang sebagai instrumen safe haven untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi. Data dari platform Bittime menunjukkan tren tersebut turut berdampak pada aset kripto berbasis emas, Tether Gold (XAUT), yang tercatat naik 4,23% pada 25 Maret 2026.

Emas dinilai menjadi salah satu jangkar stabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Dalam situasi seperti ini, aset berbasis real world assets (RWA) menjadi opsi bagi investor ritel maupun institusi untuk memitigasi risiko penurunan daya beli akibat inflasi.

Seiring berkembangnya teknologi finansial, minat terhadap komoditas fisik juga merambah ke sektor RWA dalam bentuk aset digital. Bittime, platform perdagangan aset kripto yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), mencatat adanya lonjakan signifikan pada volume perdagangan harian di platformnya.

Dalam beberapa hari terakhir, nilai volume perdagangan XAUT dan SLVON dilaporkan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat. Kenaikan ini mengindikasikan sebagian investor memanfaatkan efisiensi aset digital untuk memperoleh kemudahan akses dan fleksibilitas perdagangan, sembari tetap mempertimbangkan nilai intrinsik aset yang mendasarinya.

Fenomena tersebut juga ramai dibahas di media sosial X (Twitter) melalui akun milik Bittime. Sejumlah investor membagikan pandangan mengenai stabilitas harga emas sebagai respons terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah yang disebut sedang memanas.

Sejumlah investor menilai aset digital berbasis emas seperti XAUT dapat berfungsi sebagai instrumen lindung nilai (hedging) karena menggabungkan karakter stabilitas aset fisik dengan fleksibilitas transaksi aset kripto.

Salah satu investor, EshanNFts, menilai aset digital berbasis emas dan perak cenderung dipandang lebih stabil di tengah gejolak geopolitik. Ia juga menyoroti bahwa instrumen RWA dalam bentuk aset kripto dinilai mudah diakses dan dapat dimanfaatkan trader untuk mencari peluang keuntungan dalam jangka pendek.