BERITA TERKINI
Ekspor Masih Menopang, Konsumsi China Diprediksi Melemah pada Awal 2026

Ekspor Masih Menopang, Konsumsi China Diprediksi Melemah pada Awal 2026

Ekonomi China diperkirakan menghadapi awal tahun yang menantang, ditandai dengan penguatan ekspor dan sektor manufaktur yang relatif bertahan, namun dibarengi pelemahan konsumsi domestik. Kondisi ini menambah pekerjaan rumah bagi pemerintah yang tengah berupaya meningkatkan peran permintaan dalam negeri sebagai motor pertumbuhan.

Data resmi yang dijadwalkan rilis pada Senin pekan depan diproyeksikan menunjukkan penjualan ritel China pada Januari–Februari 2026 hanya tumbuh sekitar 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan median proyeksi ekonom yang disurvei Bloomberg.

Jika angka tersebut terwujud, kinerja itu akan menjadi yang terlemah sejak pencatatan data penjualan ritel dimulai pada 2000, di luar periode Januari–Februari 2020 ketika ekonomi China terdampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur dinilai masih menunjukkan ketahanan. Produksi industri diperkirakan tumbuh sekitar 5% dalam dua bulan pertama 2026, meski melambat dari pertumbuhan 5,9% pada awal 2025. Kinerja tersebut disebut masih ditopang permintaan luar negeri yang relatif kuat terhadap produk-produk China.

Selain konsumsi, indikator utama lain yang menjadi perhatian adalah investasi aset tetap. Ekonom memperkirakan pelemahan tajam pada 2025 akan berlanjut tahun ini. Investasi aset tetap diproyeksikan turun sekitar 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara investasi sektor properti diperkirakan merosot sekitar 19,3%.

Proyeksi ini menggambarkan bahwa permintaan domestik berpotensi tetap lemah pada awal 2026, meskipun pemerintah berulang kali menegaskan pemulihan konsumsi sebagai prioritas. Situasi tersebut juga menambah tantangan di tengah risiko terhadap sektor ekspor yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi China.

Ekonom ING Bank NV menilai pemulihan konsumsi kemungkinan tidak terjadi dalam waktu cepat. Dalam catatan riset, tim ekonom ING yang dipimpin Deepali Bhargava menyebut para pembuat kebijakan telah menegaskan pentingnya permintaan domestik tahun ini.