Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengingatkan agar bahaya krisis energi akibat konflik di Timur Tengah tidak disepelekan. Pernyataan itu disampaikan Awalil, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurut Awalil, ketegangan geopolitik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, terutama bila konflik berdampak pada jalur distribusi minyak internasional. Salah satu jalur yang dinilai paling strategis adalah Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur distribusi utama minyak dunia.
Awalil menilai gangguan di Selat Hormuz dapat memicu guncangan besar terhadap pasar energi global. Para analis energi bahkan menyebut krisis di Selat Hormuz sebagai salah satu gangguan terbesar terhadap pasokan energi dunia dalam beberapa dekade terakhir. Gangguan distribusi minyak di jalur ini disebut dapat memengaruhi sekitar 20 persen perdagangan minyak global.
Ia menjelaskan, lonjakan harga energi hampir selalu menjadi konsekuensi dari konflik geopolitik yang melibatkan negara-negara produsen minyak. Ketika pasokan global terganggu, pasar cenderung merespons dengan kenaikan harga minyak mentah.
Kenaikan harga energi, lanjut Awalil, dapat memicu efek berantai terhadap ekonomi global, mulai dari meningkatnya biaya produksi dan transportasi hingga tekanan inflasi. Negara-negara yang masih bergantung pada impor energi, termasuk Indonesia, dinilai menjadi pihak yang paling rentan terdampak.
Indonesia masih harus mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak untuk memenuhi konsumsi domestik. Ketergantungan ini membuat perekonomian nasional sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Jika harga minyak terus meningkat, tekanan terhadap APBN berpotensi bertambah, terutama pada sektor subsidi energi.
Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan energi nasional masih aman. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi terpenuhi. “Kami bersyukur hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, LPG terpenuhi dengan baik,” kata Bahlil di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis, 26 Maret 2026.

