Export Development Canada (EDC) dan Plenary Asia Pacific menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Market Leader Partnership senilai US$650 juta (sekitar CA$890 juta) di kantor EDC di Singapura. Kesepakatan ini ditujukan untuk memperkuat kerja sama dan mendukung pertumbuhan perdagangan ekspor Kanada di pasar-pasar utama dunia, termasuk Asia Pasifik, pada sektor prioritas seperti infrastruktur.
Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu, mengatakan penandatanganan MoU tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama internasional dan membuka peluang baru bagi eksportir serta investor Kanada. Ia menilai kemitraan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Kanada sebagai tujuan investasi infrastruktur global yang kompetitif dan andal.
Kemitraan selama tiga tahun ini menetapkan kerangka kerja sama bagi EDC dan Plenary Asia Pacific untuk memajukan peluang perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Dalam MoU tersebut, kedua pihak menyepakati tujuan bersama serta cara bekerja sama, termasuk mempermudah akses ke jaringan strategis, berbagi pengetahuan dan wawasan pasar, serta menjajaki solusi pembiayaan yang selaras dengan mandat EDC.
Berdasarkan MoU, EDC mengalokasikan dukungan pendanaan hingga US$650 juta untuk proyek Plenary Asia Pacific yang memenuhi syarat selama masa perjanjian, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan persyaratan risiko yang ditetapkan EDC. Kemitraan dengan pemimpin pasar internasional seperti Plenary Asia Pacific dirancang untuk membantu memposisikan perusahaan Kanada agar dapat berpartisipasi dalam proyek internasional berskala besar dan memperkuat kehadiran Kanada di berbagai pasar utama.
Presiden dan CEO EDC, Alison Nankivell, menyatakan perjanjian ini sejalan dengan strategi EDC untuk bekerja bersama mitra internasional yang beroperasi di sektor prioritas. Melalui Market Leader Partnership, EDC menargetkan dukungan terhadap hasil perdagangan dan investasi jangka panjang, termasuk dengan membantu perusahaan Kanada terintegrasi ke rantai pasokan infrastruktur global dan bersaing dalam proyek kompleks di Asia Pasifik maupun di pasar lain.
CEO Plenary Asia, Chi-Ling Looi, menyambut kemitraan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kepercayaan dari EDC di tengah pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di kawasan Indo Pasifik. Ia juga menyinggung peran investasi swasta dalam infrastruktur untuk menarik modal internasional, serta harapan untuk mendukung penyediaan infrastruktur sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.
MoU ini terkait dengan operasi Plenary Asia Pacific di Asia Pasifik dan tidak berlaku untuk bisnis Plenary Americas yang disebut terpisah, dimiliki dan dikelola secara independen, serta bertanggung jawab atas operasi Plenary di Kanada, Amerika Serikat, dan Amerika Latin.
Plenary Asia Pacific merupakan pengembang, investor, dan pengelola independen di bidang infrastruktur dan aset riil, dengan spesialisasi kemitraan publik-swasta, pembangunan kawasan, dan infrastruktur masyarakat. Perusahaan ini didirikan di Australia pada 2004 dan memiliki kantor di Australia serta Singapura.
EDC adalah perusahaan keuangan Crown Kanada yang berfokus membantu perusahaan Kanada memperluas dampak di dalam dan luar negeri melalui produk keuangan dan pengetahuan pasar, termasuk untuk mengurangi risiko dan mendukung ekspansi dari tingkat lokal ke global.

