Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dalam pertemuan kebijakan moneter Oktober, sesuai ekspektasi pasar. Dengan keputusan ini, suku bunga pada operasi pembiayaan utama, fasilitas pinjaman marjinal, dan fasilitas simpanan masing-masing tetap di 2,15%, 2,4%, dan 2%.
Dalam pernyataan kebijakan, ECB menegaskan inflasi masih berada dekat target jangka menengah 2% dan penilaiannya terhadap prospek inflasi secara umum tidak berubah. ECB juga menyatakan ekonomi masih terus tumbuh meski menghadapi lingkungan global yang menantang. Pasar tenaga kerja yang kuat, neraca sektor swasta yang solid, serta pemangkasan suku bunga pada periode sebelumnya disebut tetap menjadi sumber ketahanan penting.
Namun, ECB menekankan prospek ke depan masih dipenuhi ketidakpastian, terutama terkait perselisihan perdagangan global yang berlangsung dan ketegangan geopolitik. ECB menyatakan tetap bertekad memastikan inflasi stabil di target 2% dalam jangka menengah, serta akan melanjutkan pendekatan berbasis data dan pertemuan demi pertemuan. Bank sentral juga menegaskan tidak berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu.
Presiden ECB Christine Lagarde, dalam konferensi pers setelah keputusan diumumkan, menyoroti tekanan pada sektor manufaktur yang menurutnya “terhambat oleh tarif,” serta menggambarkan lingkungan perdagangan yang “sangat volatil.” Ia menilai perbedaan antara permintaan domestik dan eksternal diperkirakan masih berlanjut, sementara ekonomi disebut berpotensi mendapat dukungan dari konsumsi, di tengah tabungan rumah tangga yang dinilai “sangat besar.”
Dari sisi pasar tenaga kerja, Lagarde menyampaikan bahwa permintaan tenaga kerja telah mendingin. Ia juga mengatakan biaya tenaga kerja diperkirakan akan semakin moderat, dengan indikator upah yang bersifat prospektif menunjukkan pertumbuhan upah yang lebih lambat tahun ini.
Terkait inflasi, Lagarde menyebut ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang berada di sekitar 2%. Namun ia menekankan proyeksi inflasi kini “lebih tidak pasti dari biasanya.” Ia juga menyinggung beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah inflasi, antara lain euro yang lebih kuat yang dapat menurunkan inflasi lebih dari perkiraan, serta peningkatan belanja pertahanan yang berpotensi mendorong inflasi dalam jangka menengah.
Lagarde menyatakan beberapa risiko penurunan terhadap pertumbuhan telah mereda, tetapi hal serupa tidak berlaku untuk inflasi. Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai periode dengan ketidakpastian besar, seraya menegaskan keputusan kebijakan Oktober diambil secara bulat. “Kami berada di tempat yang baik, akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk tetap berada di tempat yang baik,” ujarnya.
Lagarde juga menyinggung perkembangan investasi terkait kecerdasan buatan (AI), dengan menyatakan perusahaan terus bergerak maju dalam investasi AI, sementara dampak AI terhadap tenaga kerja dinilai akan memerlukan waktu.
Di pasar valuta asing, euro melemah terhadap dolar AS setelah pengumuman kebijakan ECB. Pasangan EUR/USD tercatat turun sekitar 0,4% pada hari itu dan terakhir berada di 1,1555. Data pergerakan mata uang menunjukkan euro menjadi yang terlemah dibandingkan dolar AS pada sesi tersebut.
Sementara itu, ECB menyampaikan bahwa portofolio Asset Purchase Programme (APP) dan Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) terus menurun secara terukur dan dapat diprediksi, seiring Eurosystem tidak lagi menginvestasikan kembali pembayaran pokok dari sekuritas yang jatuh tempo.

