Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan risiko resesi di kawasan Eropa dapat meningkat apabila harga minyak dunia menembus level US$150 per barel. Peringatan tersebut menyoroti potensi tekanan baru terhadap aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Lonjakan harga minyak pada level tersebut berisiko mendorong kenaikan biaya energi dan produksi, yang pada gilirannya dapat menekan daya beli masyarakat serta membebani kinerja sektor usaha. Kondisi ini dapat memperlemah pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan peluang perlambatan yang lebih dalam.
Pernyataan ECB muncul di tengah sorotan pasar terhadap dinamika geopolitik dan pergerakan harga komoditas energi. Perkembangan harga minyak menjadi salah satu faktor yang dipantau karena berpengaruh luas terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi.
ECB menekankan bahwa pergerakan harga energi tetap menjadi variabel penting dalam prospek ekonomi Eropa, terutama jika kenaikan terjadi secara tajam dan berkepanjangan.

