Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menilai negosiasi dan diplomasi merupakan cara terbaik untuk menangani krisis internasional, termasuk konflik antara Iran dan AS-Israel. Ia mengatakan Pakistan meyakini krisis tersebut hanya dapat diselesaikan melalui perundingan dan upaya diplomatik.
Chaudhri menyampaikan harapan agar solusi diplomatik yang dinegosiasikan dapat ditemukan untuk merespons situasi perang yang berlangsung. Menurut dia, Pakistan berupaya memainkan peran dalam mendorong tercapainya penyelesaian melalui jalur dialog.
Ia juga menyatakan Pakistan bersedia memfasilitasi proses mediasi dengan menjadi tuan rumah dialog di Islamabad. Chaudhri mengatakan pihaknya siap menyediakan ruang agar para pihak dapat duduk bersama dan mencari solusi atas konflik tersebut.
Ketika ditanya mengenai sikap Iran yang disebut masih belum memercayai Amerika Serikat, setelah mengalami dua kali serangan saat proses negosiasi berlangsung, Chaudhri kembali menekankan pentingnya negosiasi dan diplomasi sebagai pendekatan utama. Ia menyebut Pakistan bekerja sama dengan negara-negara sahabat di kawasan dan tetap percaya solusi diplomatik masih mungkin ditempuh.
Sebelumnya, pada Selasa (24/3), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan Islamabad “siap” menjadi tuan rumah pembicaraan yang ia sebut “bermakna dan konklusif” antara AS dan Iran untuk mencapai “penyelesaian komprehensif” guna mengakhiri perang di Timur Tengah. Dalam pernyataannya di media sosial X, Sharif mengatakan Pakistan menyambut dan mendukung upaya dialog demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir telah berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (23/3) terkait perang Iran.

