Isu krisis energi dan kabar kenaikan harga BBM subsidi yang ramai beredar di media sosial memicu keresahan di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Pasuruan Muhammad Munif mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Menanggapi berbagai wacana yang beredar di media sosial mengenai krisis energi dan isu kenaikan harga BBM subsidi, saya ingin mengajak kita semua untuk tetap tenang dan menyaring informasi dengan bijak," kata Munif, Senin (30/3/2026).
Munif yang merupakan anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi Partai Golkar menyampaikan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ia menyebut harga Pertalite tetap Rp10.000 dan Bio Solar Rp6.800, serta stok nasional dipastikan aman dan mencukupi.
Ia menambahkan, apabila terjadi penyesuaian pada BBM non subsidi, hal itu dinilai wajar karena dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia. Meski demikian, menurutnya, harga BBM non subsidi masih kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
Munif juga menyatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi energi nasional sebagai mitigasi agar dampak krisis global tidak langsung menekan daya beli masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Munif kembali mengingatkan warga Pasuruan untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

